Jumlah lapangan kerja diperkirakan akan menurun. Pekerjaan di AS dipengaruhi musim

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Sembilan bulan terakhir, dijaman Pemerintahan Donald Trump, perekonomian Amerika Serikat mengalami ekspansi yang luar biasa. Tingkat pengangguran AS hanya sebesar 3,8% saja.

Dalam sebuah langkah yang tidak biasa dan kontroversial, Presiden Trump telah meramalkan laporan pekerjaan akan tumbuh kuat dalam cuitannya. Lapangan kerja terus tumbuh, berbagai sektor ekonomi melakukan banyak rekrutmen. Hingga kini, tingkat pengangguran di Negeri Paman Sam berada pada posisi terendah dalam 18 tahun terakhir ini.  Dibulan Mei saja, mereka mampu merekrut 223 ribu pekerja baru, diatas perkiraan awal sebesar 200 ribu saja.

Secara umum, laporan menunjukkan ekonomi dengan banyak kekuatan. Sebagian besar industri menambahkan pekerjaan dan upah pekerja meningkat pada kecepatan yang agak lebih cepat. Tingkat pengangguran turun lagi ke level terendah sejak April 2000 karena lebih banyak orang menemukan pekerjaan. Terakhir kali tingkat pengangguran bahkan lebih rendah pada tahun 1969.

Sektor ritel mempimpin dalam perekrutan dengan menambah 31.000 pekerjaan baru. Perusahaan layanan kesehatan menaikkan gaji 29.000, perusahaan konstruksi mengambil 25.000 pekerja dan produsen meningkatkan pekerjaan dengan 18.000. Sementara sektor konstruksi dan manufaktur masih mengeluh tentang kekurangan pekerja terampil.

Mencatat lowongan pekerjaan, pasar tenaga kerja yang sangat ketat dan berkembangnya keluhan tentang kekurangan tenaga kerja masih belum mengarah ke gaji besar yang meningkatkan sebagian besar karyawan, tetapi upah meningkat secara bertahap. Pembayaran per jam naik 8 sen, atau 0,3% menjadi $ 28,92 per jam di bulan Mei. Akibatnya, peningkatan upah 12 bulan naik menjadi 2,7% setelah bertahan pada 2,6% selama tiga bulan berturut-turut.

Keuntungan pekerjaan untuk April dan Maret direvisi naik dengan gabungan 15.000, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Jumat. Pemerintah mengatakan 159.000 pekerjaan baru diciptakan pada bulan April, bukan 164.000. Peningkatan bulan Maret meningkat menjadi 155.000 dari 135.000.

Perusahaan-perusahaan masih berminat untuk menyewa sembilan tahun ke dalam ekspansi ekonomi yang dapat berubah menjadi yang paling lama jika bertahan satu tahun lagi. Lowongan pekerjaan berada pada rekor tinggi dan keluhan terbesar di antara bisnis adalah bahwa mereka tidak dapat menemukan pekerja terampil yang cukup sesuai.

Untuk mengisi lowongan pekerjaan, perusahaan menawarkan gaji dan tunjangan yang lebih tinggi kepada kandidat luar, berusaha melatih karyawan baru atau veteran, menjalin kemitraan dengan sekolah kejuruan setempat, dan, dalam beberapa kasus, mereka telah menyewa penjahat.

Sementara lebih banyak orang Amerika yang yakin bahwa kenaikan yang lebih besar bisa terjadi. Pertumbuhan upah yang relatif lambat memang memiliki nilai tambah disatu sisi.  Namun dengan tingkat inflasi yang cukup lambat peningkatannya, The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga dengan cepat. Dengan demikian, biaya kredit yang lebih tinggi akan dirasakan terutama oleh orang Amerika yang ingin membeli mobil atau rumah baru bisa tertahan.

Memang banyak yang memperkirakan bahwa The Fed masih secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni, tetapi mungkin hanya sekali lagi menaikkannya pada tahun 2018 membatasi kenaikan dramatis inflasi yang tampaknya tidak mungkin.

Dengan peningkatan rekrutmen dibulan Mei ini tidak diragukan lagi bahwa dibulan Juni juga masih akan tumbuh. Kenaikan upah per jam sebesar 0,3% turut member kontribusi kenaikan ini. Jika ada yang meragukan tentang kenaikan bulan Juni, mereka harus menyisihkannya sekarang.

Paska laporan ini, Indek Dow Jones dan S&P 500 menguat. Imbal hasil Obligasi 10-tahun juga naik menjadi 2,90% dari 2,86%. (Lukman Hqeem)