Harga emas terkoreksi oleh kembalinya kepercayaan Investor pada aset yang lebih beresiko. (Lukman Hqeem)

Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

ESANDAR, Jakarta – Akhir bulan sudah berlalu dan investor masih saja berhati-hati. Namun kini semestinya sudah harus mengambil keputusan. Pasalnya sudah menjelang festival Divali dan mendekati pergantian tahun, dimana diawal tahun depan akan ada Imlek.  Permintaan emas, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, akan cenderung meningkat saat masyarakat India mengelar Divali dan China merayakan Tahun Baru pada pergantian musim semi nanti. Saat Divali dan Imlek membuat penjual perhiasan sibuk.


Memang tidak dipungkiri bahwa permintaan emas selama sembilan bulan pertama 2018 adalah yang terlemah sejak 2009. Walaupun sejumlah bank sentral telah menambah cadangan emas sepanjang Agustus dan September. Namun perlu diingat banyak jatuhnya permintaan emas di negara Asia lebih banyak disebabkan melemahnya mata uang mereka karena dominasi Dolar AS. Penderitaan Rupee India dan Yuan China telah signifikan ditahun ini.


Sayangnya, ditengah optimism ini, pil pahit harus siap ditelan. Indikator ekonomi AS terkini pada akhir pekan lalu menunjukkan bahwa data payroll AS meningkat di atas 3% untuk pertama kalinya sejak 2009. Kenaikan ini memicu penurunan pada harga emas sebanyak $5 karena ini akan mencetak inflasi yang lebih kuat menjaga suku bunga Federal Reserve.


Pun demikian, ditengah kondisi yang masih tidak menentu, harga Emas harus tetap bertahan karena jika GOP kehilangan dukungan signifikan yang menyebabkan USD terhuyung, emas harus menjadi komoditas panas untuk dimiliki.


Memang isu awal bulan ini adalah Pemilihan Umum di AS yang pasti cukup untuk membuat investor sibuk. Ada cukup banyak kepalsuan dari kubu Trump mengenai kemajuan pada kesepakatan perdagangan dengan China untuk menjaga politik tetap tenang. Sementara pasar ekuitas dan sentimen risiko stabil di sekitar level saat ini dan beberapa skenario terburuk seputar hedging perang perdagangan, sentimen risiko secara keseluruhan telah gagal meningkat.


Investor terlalu waspada terhadap janji kosong, tetapi pada akhirnya, mereka akan perlu memutuskan berapa banyak cabang zaitun Presiden Trump ke China adalah cara untuk meningkatkan pasar ekuitas menjelang pemilihan jangka menengah AS pada hari Selasa dan berapa banyak dari itu upaya yang bonafide untuk mencapai kesepakatan.


Yuan membukukan posisi terburuknya, setelah banyak uang cepat keluar menjelang pertemuan kelompok G-20 pada bulan November. Jika saluran negosiasi AS-China tetap terbuka, eskalasi di depan tarif AS tetap kurang mungkin sehingga China akan lebih insentif untuk menjaga kelemahan Yuan. Tidak kurang, rally di kompleks RMB juga membantu mata uang Asia lainnya yang memiliki minggu terbaik sejak akhir Januari. (Lukman Hqeem)