Presiden AS Donald Trump akan mengenakan tarif tambahan baru sebesar 10% dari 200 juta Dolar AS yang efektif mulai minggu depan. (Lukman Hqeem/Ist.)

Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

ESANDAR, Jakarta – Seperti yang didengungkan sejak minggu lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan menambah tarif baru atas produk China. Hari ini, terkonfirmasi bahwa Presiden Trump telah mengenakan tarif atas tambahan $ 200 milyar atas barang-barang dari Cina.


Kabar ini telah mendorong meningkatnya risiko lebih lanjut di seluruh pasar seperti yang diperkirakan sebelumnya. Dolar AS sekali lagi menguat karena meningkatnya ketegangan perdagangan ini menjadi sentiment positif baginya. Sementara beragam mata uang pasar negara berkembang yang berbeda sekali lagi semakin terpukul, tak terkecuali Rupiah Indonesia karena kurangnya risk appetite untuk aset pasar berkembang.


Langkah ini akan membuat investor lebih sensitif terhadap lingkungan eksternal yang tidak menentu yang sedang berlangsung dan saya akan mengharapkan mata uang tersebut milik pasar dengan posisi eksternal yang lebih lemah akan terpukul paling keras setelah keputusan ini. Ini mungkin berarti pukulan lain untuk orang-orang seperti Rupiah Indonesia.


Hasilnya negatif untuk Yuan China, tetapi telah dihargai dalam beberapa minggu terakhir dan reaksi dalam Yuan belum negatif seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Yuan turun lebih dari 0,10% pada saat menulis. Rupiah Indonesia adalah contoh dari mata uang Asia yang diperdagangkan lebih negatif daripada Yuan, sebagai reaksi terhadap berita ini. (Lukman Hqeem)