Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Pasar saham Asia turun dalam perdagangan di hari Kamis (17/09/2020) setelah Federal Reserve AS mengindikasikan suku bunga acuan akan tetap mendekati nol setidaknya hingga 2023, meskipun inflasi mencapai 2% sebagaimana target mereka sebelumnya. Fed juga menegaskan tidak ada rencana stimulus tambahan.

Indek Shanghai turun 1% dan Nikkei 225 Jepang turun 0,7%. Indek Hang Seng Hong Kong mundur 1,8%. KOSPI Korea merosot 1,4%. Sementara dalam perdagangan sebelumnya, Indek S&P 500 turun 0,5% menjadi 3.385,49. Dow Jones naik 0,1% menjadi 28.032,38. Nasdaq turun 1,3% menjadi 11.050,47.

Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell berjanji bahwa The Fed tidak akan melupakan jutaan orang Amerika yang tetap tidak bekerja meski tidak memberikan indikasi stimulus baru. Pasar sebetulnya berharap Fed bisa menambah stimulus moneternya tetapi akhirnya sedikit kecewa. The Fed menegaskan tidak akan bertindak.

Pasar global telah memulihkan sebagian besar kerugian tahun ini, didorong oleh suntikan kredit bank sentral ke ekonomi yang sedang berjuang dan harapan untuk vaksin virus corona. Pun demikian, pemulihan mungkin terlalu besar dan cepat untuk didukung oleh aktivitas ekonomi yang tidak pasti.

Para investor AS mengandalkan Kongres untuk paket dukungan baru setelah tunjangan pengangguran tambahan yang membantu mendukung belanja konsumen berakhir, tetapi legislator menemui jalan buntu tentang kemungkinan ukurannya.

Powell berkata AS ekonomi telah pulih lebih cepat dari perkiraan, meski akan menyusut 3,7% tahun ini, namun ini lebih baik dari prospek Juni yang turun 6,5%. The Fed memproyeksikan tingkat pengangguran pada akhir tahun sebesar 7,6%, bukan 9,3% yang diproyeksikan pada bulan Juni. “Sebuah pemulihan ekonomi penuh tidak mungkin sampai orang yakin bahwa aman untuk terlibat kembali dalam berbagai kegiatan,” jelas Powell.

Pada perdagangan komoditi, harga minyak mentah AS untuk pengiriman Oktober turun 28 sen menjadi $ 39,88 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada perdagangan sebelumnya naik $ 1,88 pada hari Rabu menjadi $ 40,16. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman November merosot 22 sen menjadi $ 42 per barel di London. Sebelumnya naik $ 1,69 menjadi $ 42,22.

Dolar AS dalam perdagangan USDJPY turun tipis menjadi 105,04 yen dari hari Rabu 105,01 yen.