Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Awalnya, Dolar AS melanjutkan penurunan beruntunnya saat perdagangan di sesi Asia dan Eropa pada hari Selasa (16/02/2021). Sejurus kemudian saat perdagangan di New York mulai buka dimana Investor telah kembali dari libur panjang akhir pekan, pergerakan berbalik arah.

Dolar AS menangkap tawaran yang ramai dilontarkan pada awal perdagangan dan mendorong penguatan  secara keseluruhan. Dorongan naik Greenbacks dipicu dengan reli yang terjadi pada imbal hasil Obligasi AS, setelah investor mengambil untung dari posisi jual Dolar AS baru-baru ini.

Terhadap yen Jepang, meskipun dolar memperpanjang kenaikannya baru-baru ini dengan naik ke 105,63 di Asia, harga turun ke posisi terendah 105,19 di sesi Eropa karena melemahnya USD. Namun, pasangan ini kemudian menguat ke level tertinggi dalam 4 bulan 106,06 saat sesi New York bersama dengan reli imbal hasil Obligasi AS.

Euro naik dari 1,2126 menjadi 1,2150 saat masih di sesi Asia dan mundur ke 1,2129 pada pembukaan perdagangan Eropa. Pasangan ini kemudian reli ke tertinggi 2-1 / 2 minggu di 1,2169 setelah data ZEW Jerman menunjukkan hasil yang optimis saat Dolar AS melemah. Sayangnya, keuntungan ini harus terhapus disaat perdagangan di Wall Street mulai. EUR/USD jatuh ke posisi terendah di 1,2096 di awal perdagangan di New York saat Dolar AS menguat secara luas.

Menurut Reuters, laporan dari ZEW menunjukkan sentimen ekonomi investor menunjukkan kenaikan menjadi 71,2 poin dari posisi 61,8 di bulan sebelumnya. Jajak pendapat Reuters memperkirakan angkanya akan turun menjadi 59,6, dan data bulan Februari bahkan melampaui perkiraan tertinggi, 68,0.

Meskipun Poundsterling memperpanjang kenaikan baru-baru ini, ke posisi tertinggi baru dalam 2-1 / 2 tahun 1,2951 pada perdagangan di Asia saat Dolar memelah, namun kemudian cable mundur ke 1,3910 pada awal perdagangan di sesi Eropa karena aksi ambil untung sebelum pulih ke 1,3941. GBPUSD kemudian turun ke posisi terendah pada 1,3870 di sesi New York setelah Dolar AS rebound. Pasangan ini kemudian melakukan rebound yang kuat ke 1,3923 melalui pembelian silang di sterling sebelum bergerak ke samping.

Pada perdagangan hari Rabu ini, pelaku pasar akan menantikan sejumlah indicator, diantaranya adalah Indeks terdepan Australia Westpac, pesanan mesin Jepang, ekspor, impor dan neraca perdagangan. Pasar China sendiri masih libur, namun data-data dari angka CPI inti Inggris, CPI, RPI, RPI inti, harga input PPI, harga output PPI, output inti PPI dan produksi sektor konstruksi UE.