Dolar AS Menguat

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Greenback mengukir keuntungan kecil terhadap mitra dagang utama dalam perdagangan Jumat (05/04) setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa ada 196.000 lapangan kerja pada bulan Maret. Angka ini lebih baik dari perkiraan awal yang mengharapkan adanya pertumbuhan lapangan kerja hanya sebesar 179.000 pekerjaan. Depnaker AS juga menyatakan bahwa tingkat pengangguran stabil di angka 3,8%. Indek Dolar AS merespon dengan menguat ke 97,414, atau naik 0,1%. Selama sepekan, indek Dolar AS naik tipis.

Laporan ketenaga kerjaan tersebut menjadi sinyal bagi investor yang kemudian mengalihkan pandangan mereka kepada kelanjutan perundingan dagang AS – China. Meskipun terjadi kemajuan dalam perundingan, namun sejatinya belum ada rincian yang jelas untuk mengakhiri konflik perdagangan ini. Ini menjadi bagian terakhir dari negosiasi yang diharapkan menjadi yang paling sulit dan berlarut-larut. Disisi lain, Trump sendiri tetap optimis tentang kesepakatan meski kurang percaya diri tentang waktu.

Dengan kondisi yang demikian, para investor jelas lebih nyaman dalam memegang aset yang berisiko dan angka lapangan kerja hari ini tidak banyak mengubah apa pun sehubungan dengan sikap Fed. Pasalnya The Fed telah memperkirakan perkembangan ini. Aset berisiko, termasuk ekuitas A.S., kemudian bergerak lebih naik pada hari Jumat. Indek Dow Jones dan S&P 500 serta Nasdaq ditutup lebih tinggi.

Meski tipis penguatan Dolar AS, dilihat dari persentase kenaikan Indeknya, nyatanya Greenbacks mampu memukul sejumlah lawan-lawannya. Pecundang terbesar adalah Poundsterling Inggris. Dalam perdagangan GBPUSD, setelah melonjak ke $ 1,3123, pound merosot ke level psikologis $ 1,30 karena ketidakpastian seputar perpecahan UK dari Uni Eropa berlanjut.

Pada hari Jumat, Perdana Menteri Inggris Theresa May, dalam sepucuk surat kepada Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk, meminta perpanjangan Brexit hingga 30 Juni. Permintaan ini dilakukan ketika Partai Konservatif dan Partai Buruh tengah berjuang untuk mencapai kesepakatan BREXIT.

Dalam suratnya, May menyatakan bahwa Inggris mengusulkan bahwa periode ini akan berakhir pada 30 Juni 2019. Jika para pihak dapat meratifikasi sebelum tanggal ini, pemerintah mengusulkan bahwa periode tersebut harus diakhiri lebih awal. Dengan perkembangan ini, Poundsterling terakhir berpindah tangan pada $ 1,3029, dibandingkan dengan $ 1,3070 Kamis malam.

Di tempat lain, Euro dalam perdagangan EURUSD, berpindah tangan pada $ 1,1218, dibandingkan dengan $ 1,1223. Dolar Kanada dalam perdagangan USDCAD, bergerak lebih rendah terhadap greenback setelah laporan pekerjaan negara itu menunjukkan perubahan bersih dalam pekerjaan -7.200 pekerjaan. Satu dolar terakhir diambil C $ 1,3388. Yen Jepang dalam perdagangan USDJPY, turun tipis dimana satu dolar dibeli pada ¥ 111,71 dibandingkan dengan ¥ 111,67. (Lukman Hqeem)