Investor bukukan keuntungan sementara, Aussie diperdagangkan naik oleh kenaikan harga komoditi

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Dalam perdagangan sebelumnya, Dolar AS mengungguli Poundsterling  dan Euro . penguatan USD dipercepat karena data penjualan ritel yang cerah dan meredanya kekhawatiran akan perang dagang yang berlarut-larut. Sebaliknya, Aussie berbalik melemah dengan munculnya sinyalemen tanda-tanda peringatan teknis bearish, mengincar level support terdekat.

Dolar AS memiliki beberapa tema mendasar untuk mendorong kinerja terbaiknya dalam satu hari sejak 5 Juli. Selama sesi Eropa, Poundsterling dan Euro melemah dengan data tenaga kerja Inggris dan data Survei ZEW Jerman yang mengecewakan. Hal ini membuat para pialang berbondong-bondong memilih Greenback. Disisi lain, kekhawtiran akan hard Brexit tampaknya telah memperparah penurunan Sterling.

Penjualan ritel AS yang lebih baik dari perkiraan kemudian memicu kehati-hatian penghindaran risiko karena imbal hasil obligasi pemerintah menguat. Dilaporkan bahwa penjualan ritel AS naik 0,4% m / m di bulan Juni dibandingkan 0,2% yang diharapkan, masih lebih lemah dari pertumbuhan 0,5% di bulan Mei.

Pada perdagangan bursa saham sendiri, indek S&P 500 mengalami aksi jual ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia masih bisa mengenakan tarif lebih lanjut pada China “jika ia mau”, merusak gencatan senjata KTT G20 bulan lalu.

Menjelang penutupan perdagangan Selasa (16/07/2019) peluang penurunan suku bunga 50 basis poin akhir bulan ini sebenarnya naik sedikit menjadi peluang hampir 30% dari 25% kemarin. Ini adalah pengingat bahwa pelonggaran Fed yang lebih agresif mungkin tidak serta merta meningkatkan sentimen jika alasan mendasar dari tindakan tersebut mengerikan. Pasar sudah mengantisipasi kemungkinan penurunan tiga suku bunga pada akhir tahun.

Pada perdagangan komiditi, penguatan Dolar AS ini jelas membuat harga turun. Harga minyak mentah turun anjlok hampir tiga persen pada Selasa sebagai kinerja terburuknya dalam dua minggu. Minyak mentah berusaha mengambil dukungan yang meningkat dari awal Juni dan membuka pintu untuk menguji harga $ 56,11 per barel ke depannya.

Bursa saham S&P 500 futures menunjuk lebih rendah dengan sikap ke hati-hatian investor yang mengisyaratkan sesi pesimistis yang hangat di depan. Kurangnya peristiwa ekonomi yang kritis memang menempatkan fokus perdagangan kepada mata uang. Jika Dolar AS yang sangat likuid terus naik ke depan, ini bisa menjadi pertanda buruk bagi Dolar Australia dan Selandia Baru yang pro-risiko.

Secara teknis, Aussie dalam perdagangan AUDUSD menunjukkan tanda-tanda peringatan awal akan terjadinya potensi pembalikan. Setelah perdagangan berlangsung dalam kisaran yang dibatasi dibawah level resisten 0,7022 – 0,7048, grafik lilin pada hari Selasa membentuk pola Bearish Engulfing. Formasi ini masih ditambah dengan adanya divergensi RSI yang negatif. Ini menunjukkan bahwa momentum kenaikan akan memudar. Dalam jangka pendek, pergerakan turun akan terkonfirmasi dan membuka pintu untuk menguji level support yang sebelumnya di pertengahan Juni. (Lukman Hqeem)