Harga Emas berpeluang naik dengan dorongan krisis nuklir Iran

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Harga emas dalam perdagangan diawal minggu ini masih tertekan. Naiknya sejumlah saham unggulan di lantai Bursa AS dan Dolar AS telah menjadi sentiment negatif bagi harga emas. Harga Emas untuk kontrak pengiriman bulan Februari ditutup $1.277,70 atau turun $4,60.

Dolar AS menguat oleh perkembangan terkini dari rancangan undang-undang reformasi perpajakan AS. Indek Dolar AS ICE naik hampir 0.4% ke 93.22. Indek bursa saham AS menunjukkan kenaikan di bursa Dow Jones, menyentuh level tertingginya ditengah sesi perdagangan. Tentu saja ini memberikan pukulan bagi harga emas.

Kenaikan indek bursa sebagai buntut perkembangan rancangan reformasi undang-undang perpajakan. Pada akhir pekan lalu, Senat meloloskan rancangan reformasi undang-undang perpajakan AS yang diusung oleh Partai Republik. Ini menjadi symbol kemenangan penting Presiden Donald Trump. Meski demikian, rancangan ini masih akan menghadapi hadangan di Dewan Perwakilan. Nampaknya akan ada rekonsiliasi disana antara rancangan dari Partai Republik dengan versi Dewan Perwakilan. Apapun bentuknya, pasar menyambut gembira kemajuan ini. Hal ini mendorong mereka lebih berani mengambil resiko, risk appetite. Alhasil, harga emas jatuh.

Berbagai harapan mengemuka pada pemerintahan Donald Trump. Kebijakan yang pro bisnis dilayangkan dengan melakuan perubahan perpajakan. Tentu saja ini disambut gembira pelaku usaha dan mendorong naik harga-harga saham perusahaan-perusahaan AS. Bahkan kenaikan indek saham mengungguli pencapaian ditahun lalu. Kini, baik Senat ataupun Dewan Perwakilan Rakyat AS berunding mencari titik temu dalam perumusan undang-undang perpajakan.

Pada akhir minggu lalu, harga emas ditutup naik. Meski kinerja mingguan, harga emas masih minus. Kenaikan yang terjadi diakhir pekan lalu banyak didukung oleh melemahnya Dolar AS dan jatuhnya harga sejumlah saham unggulan. Kabar mengenai skandal keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden tahun lalu menyeret mantan penasehat keamanan nasional Michael Flynn bersalah.

Data ekonomi yang terbit pada Senin (04/12/2017) ternyata berdampak kecil atas harga emas. Permintaan pabrikan AS menurun sebesar 0,1% dibulan Oktober. Para investor memilih untuk menunggu indikator ekonomi yang lebih penting lagi. Hari Jumat besok, pemerintah AS akan merilis data upah pekerja non pertanian. Selama ini, indikator ini dianggap cukup nyata pengaruhnya pada rencana kenaikan suku bunga The Federal Reserve.

Harga Emas selanjutnya diperkirakan akan bergerak dalam kisaran lebih rendah di $1,250 – $1,260. Level support terdekat di $1,270, dimana aksi jual terkonfirmasi. (Lukman Hqeem)