Euro menyungkurkan Dolar AS

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Harapan penguatan Dolar AS dari dorongan data Beige Book, ternyata pupus. Dolar AS justru makin terpuruk baik terhadap Euro, Poundsterling bahkan Yen. Indek Dolar AS turun 0,27% menjadi 90.17. Mata Uang AS ini semakin kritis mendekati level krusial di 90.00.

Berawal dari harapan bahwa Gedung Putih tidak membuat keputusan yang blunder di mata investor sehingga dolar AS masih bisa bergairah. Mengingat pelemahan Dolar AS ini sejatinya bagian dari perubahan fokus kerja The Fed yang ingin memperbaiki defisit neracanya sebesar $4,5 triliun. Dengan terus melemahnya dolar AS maka secara tidak langsung defisit tersebut akan terus mengecil.

Selain itu beberapa kinerja ekonomi di luar AS juga mulai membaik, seperti contohnya di Uni Eropa, Kanada, Jepang dan Inggris. Sisi normalisasi kebijakan moneter sedang di kejar oleh mereka dengan usaha menyeimbangkan kebijakan suku bunga yang ingin menyamai langkah dari The Fed yang juga akan menaikkan suku bunganya 3 kali lagi. Sisi mengejar inilah yang membuat dolar AS selalu mengalami pelemahannya sehingga sedikit dimanfaatkan juga oleh emas di kala harganya sedang terlihat lebih murah.

Sayangnya, pernyataan dari Bankir utama Eropa yang bernada Hawkish, menjadi palu godam yang menghantam Dolar AS dengan kerasnya. Jens Weidmann, Gubernur Bank Sentral Jerman, Bundesbank mengatakan kepada Frankfurter Allgemeine Zeitung bahwa sebuah langkah tepat apabila European Central Bank (ECB) menghentikan pembelian obligasi, setidaknya sampai September tahun ini.

Euro menyungkurkan Dolar AS hingga posisi terlemahnya pasangan ini di level 1,2258, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3789, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7997 dan USDJPY ditutup melemah di level 110,24.

Secara teknis, pasangan EURUSD  mendapat tekanan dari usaha penguatan kembali dolar AS. Indikasi ini  mulai terlihat meskipun belum mengubah kecenderungan yang ada. Sempat berada di 1.2195, tekanan jual belum dapat membuat EURUSD berakhir jauh di bawah support 1.2225, zona yang kemudian menjadi pijakan penguatan kali ini. Apabila level 1.2285 bisa ditembus, EURUSD dapat menguji 1.2300. Namun jika zona resistance itu tetap bertahan, EURUSD akan melanjutkan konsolidasi di antara support dan resistasi tersebut.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, dolar AS sempat menguat terhadap sejumlah mata uang utama yang didukung oleh pelemahan euro di tengah sebuah laporan yang menunjukkan bahwa ECB tidak mungkin mengumumkan rencananya untuk melepas program pembelian obligasi.

Reuters melaporkan bahwa bank sentral itu tidak mungkin mengubah kebijakannya pada pertemuan minggu depan, karena inflasi masih jauh di bawah target 2%. Saat ini, inflasi Eropa bulan Desember diharapkan akan tumbuh 1,4%. Data ini akan diterbitkan hari ini.

Sementara itu Poundsterling berhasil mengurangi pelemahan yang sempat terjadi kemarin terhadap Dolar AS meski sebuah data menunjukkan inflasi tahunan naik lebih lambat dari perkiraan pada bulan Desember. Para investor memperhatikan komentar Perdana Menteri Theresa May yang menegaskan bahwa Inggris pasti akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret 2019.

Pola pergerakan GBPUSD telah mengindikasikan pasar yang sedang disorientasi. Level tertinggi tersebut di 1.3806 menjadi salah satu resistance intraday penting selain 1.3820. Resistance lain yang terdekat berada di 1.3834. Apabila tekanan jual kembali menghampiri hari ini dan menembus level support 1.3765, potensi turun akan membesar dengan target berikutnya di 1.3732 dan 1.3680.

Di Asia, Jepang melaporkan pesanan mesin inti untuk bulan November melonjak dari 5,0% ke 5,7% sementara para ekonom memperkirakan terjadi penurunan -1,3%. Bank of Japan juga akan mulai mengurangi paket-paket bantuan ekonomi seperti yang dilakukan bank-bank sentral dari Uni Eropa dan Inggris. Hal ini tentu memberi kesan ke investor bahwa kondisi ekonomi negara-negara tersebut di atas juga sudah mulai membaik kinerjanya sehingga banyak investor berpikir untuk mulai menyebar investasinya apalagi sisi politik di wilayah tersebut cukup terkendali sehingga rasa aman untuk berinvestasi tetap terjaga.

Pada perdagangan USDJPY, dengan dukungan resistensi kuat di 110.67, USDJPY masih konsisten di jalur turun. Tekanan jual terlihat dan tampak mengincar level support di 110.10. Jika Dolar AS berhasil membalik keadaan, pergerakan USDJPY mengarah ke level 110.96, sebelum ke posisi lebih kuat lagi.

Aktivitas ekonomi dari 12 cabang The Fed akan rilis nanti dini hari, di mana kita akan melihat apakah aktivitas di Beige Book tersebut bisa menyakinkan investor bahwa 2 minggu lagi The Fed menaikkan suku bunganya atau tidak. Seperti kita ketahui laporan Beige Book kali ini akan memasukkan unsur pemotongan pajak yang akhir bulan lalu sebagian besar perusahaan AS menaikkan upah pekerjanya sehingga kami melihat sisi inflasi AS akan mempunyai tren kenaikannya kembali disertai dengan kenaikan harga energi.

Bila ini terjadi maka kenaikan suku bunga The Fed bisa terjadi akhir bulan ini dan tidak menunggu Maret nanti dan dolar AS bisa menguat tajam. (Lukman Hqeem)