Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Data ekonomi Cina yang dirilis pada Kamis (19/10/2017) menunjukkan produksi industri Negeri Tirai Bambu tersebut meningkat pada laju yang lebih cepat dibulan September.

Dalam dua bulan sebelumnya, produksi industri Cina mengalami penurunan tajam. Hasil yang menggembirakan ini mencerminkan ketahanan ekonomi yang dipimpin Presiden Xi Jinping.

Biro Statistik Nasional Cina memaparkan kenaikan produksi industry ini, sebagai indikasi kasar pertumbuhan ekonomi Cina, mengalami pertumbuhan sebesar 6,6% dibulan September dari tahun sebelumnya, atau naik sebesar 6% dari bulan Agustus. Angka ini lebih tinggi sedikit dari perkiraan ekonom sebagaimana yang ditulis oleh The Wall Street Journal, sebesar 6,5%.

Data ini seakan mengobati kekecewaan dari data sebelumnya yang menunjukkan bahwa perekonomian Cina melambat sedikit pada kwartal ketiga tahun ini. Hal ini sebagai dampak upaya Beijing dalam mengurangi tingkat hutang mereka dan mengurangi upaya spekulasi disektor property yang dianggap bisa membebani pertumbuhan ekonomi.

Sementara data penjualan ritel meningkat sebesar 10,3% dibulan September dari tahun sebelumnya. Penjualan ini meningkat dari dari bulan Agustus sebesar 10,1%, dan lebih baik dari perkiraan sebesar 10,2%. Penjualan ritel naik 0,9% pada bulan September dari bulan sebelumnya, dibandingkan dengan kenaikan 0,76% di bulan Agustus. (Lukman Hqeem)