Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

Poundsterling Inggris turun terhadap dolar AS dan euro pada hari Senin (21/03/2022) setelah data mingguan menunjukkan kenaikan sentimen bearish poundsterling, karena investor mengalihkan fokus mereka ke sentimen domestik, termasuk sejumlah data yang akan dirlis pada hari Rabu besok.

Sebelumnya, telah dilaporkan sentimen mingguan dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan minat bearish pada poundsterling naik $1,3 miliar menjadi $2,6 miliar, ini merupakan minat bearish terbesar pada poundsterling sejak minggu-minggu awal 2022.

Dorongan didapatkan setelah pernyataan yang bernada dovish dari BoE pada hari Kamis minggu lalu, dimana ini menjadi penarik secara terbatas untuk poundsterling yang kemungkinan akan mempertahankan posisi GBP tetap bearish selama beberapa bulan mendatang. Poundsterling turun 0,2% terhadap dolar menjadi $ 1,3147 pada 16:09 WIB. Sementara terhadap euro, poundsterling turun 0,3% pada 84,12 pence.

Para pialang dalam minggu ini akan mencermati sejumlah sentimen yang diperkirakan bisa menjadi pendorong seperti data domestik, termasuk angka inflasi Inggris, pidato dari Gubernur Bank of England Andrew Bailey serta Pernyataan Musim Semi menteri keuangan Rishi Sunak pada hari Rabu.

Sebelumnya di hari Minggu, Sunak telah mengatakan bahwa dia akan membantu semampu dia bisa atas tekanan biaya hidup saat ini tetapi dia memperingatkan bahwa krisis Ukraina dan sanksi terhadap Rusia akan menambah masalah ekonomi.

Sementara itu, data dari situs web properti Rightmove menunjukkan harga permintaan untuk rumah-rumah di Inggris mencatat lonjakan bulanan tertajam untuk sepanjang tahun ini sejak Maret 2004.