Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Harga Emas berjangka terkerek naik di atas level kunci $ 1.300 pada hari Jumat (13/10/2017), dengan catatan kinerja mingguan adalah naik lebih dari 2%. Sentimen kenaikan didapatkan dari data ekonomi AS yang menunjukkan laju inflasi AS melamban. Hal ini tentu saja meningkatkan ketidakpastian tentang kenaikan suku bunga A.S. oleh Federal Reserve.

Komoditi Emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember berakhir naik $ 8,10, atau 0,6%, di harga $ 1,304.60 per ounce, sepanjang minggu ini naik 2,3%. Sementara itu, Indeks Dolar turun 0,7% pada minggu ini, penurunan mingguan pertama dalam lima minggu karena para pedagang memperkirakan prospek pergerakan Fed.

Beragam sentiment pasar yang mendorong kenaikan harga emas kali ini, termasuk gabungan serangkaian data ekonomi AS yang menunjukkan ketidakpastian pertumbuhan inflasi ke depan. Tentu saja kondisi ini membuat baying-bayang kenaikan suku bunga The Federal Reserve juga tidak menentu. Keyakinan untuk menaikkan suku bunga pada Desember ini memang masih cukup tinggi, diatas 80%, namun untuk kenaikan ditahun yang akan dating, pasar skeptis.

Bagi sebagian pelaku pasar yang telah mendiskon kenaikan suku bunga diakhir tahun ini, tentu melihat harga emas pada jangka yang lebih panjang. Setidaknya mereka mempersiapkan diri untuk rally emas yang jauh lebih besar dalam beberapa bulan ke depan.

Pada hari Jumat dirilis data inflasi konsumen AS yang meningkat terutama karena angin topan sehingga menaikkan harga bensin. Inflasi diluar harga makanan dan energi, CPI inti naik 0,1% lebih kecil. Kenaikan CPI yang didorong oleh energi baru-baru ini mendorong tingkat inflasi tahunan menjadi 2,2% dari 1,9% untuk mencocokkan enam bulan tertinggi. Tingkat inflasi inti tidak berubah pada 1,7% untuk lima bulan berturut-turut dan masih di bawah target 2% Federal Reserve. Juga dilaporkan, penjualan ritel melonjak 1,6% di bulan September, mencerminkan kenaikan terbesar dalam 2 1/2 tahun.

Sebagian besar analis mengatakan bahwa laporan yang terkena dampak cuaca tidak akan mengubah kebijakan suku bunga jangka pendek namun mengajukan pertanyaan terbuka tentang agresivitas Fed ke 2018. Risalah rapat Fed yang dirilis minggu ini menunjukkan bahwa Janet Yellen dan pembuat kebijakan lainnya akan menaikkan suku bunga sekali lagi di bulan Desember namun upaya untuk menormalkan kebijakan akan berjalan dengan bertahap.

Dennis Gartman, investor terkenal mengatakan kepada program CNBC Futures Now pada hari Kamis bahwa satu mata uang yang mungkin akan melakukan yang terbaik dari semuanya adalah emas. Emas telah menguat atas dolar. Sejak Desember telah Bullish, dan itu masih akan tetap begitu. (Lukman Hqeem)