Investor melakukan aksi ambil untung, membuat harga emas terkoreksi.

Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

ESANDAR – Harga emas mencapai rekor tertinggi pada perdagangan di hari Kamis (03/04/2025). Kenaikan oleh kegugupan investor yang bergegas memilih aset safe haven. Dorongan beli meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif yang lebih agresif dari yang diantisipasi. Hal ini memberikan kekhawatiran pada pelaku pasar, yang melihat bahwa perang dagang global telah melebar.

Harga emas di pasar spot naik 0,4% pada $3.145,93 per ons, pada pukul 07:18 WIB, setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di $3.167,57 pada awal sesi hari ini. Pada perdagangan di bursa berjangka AS, harga menguat 0,1% pada $3.170,70.

Presiden Trump mengatakan di hari Rabu bahwa ia akan mengenakan tarif dasar 10% pada semua impor ke AS dan bea yang lebih tinggi pada puluhan negara lain, termasuk beberapa mitra dagang terbesar Amerika Serikat, yang memperdalam perang dagang yang telah mengguncang pasar global dan membingungkan sekutu AS. Ia juga mengonfirmasi bahwa tarif mobil dan truk global sebesar 25% akan berlaku sesuai jadwal pada tanggal 3 April dan bea masuk atas impor suku cadang otomotif akan diluncurkan pada tanggal 3 Mei.

Harga emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan keuangan, telah melonjak lebih dari 19% sepanjang tahun ini, di tengah ketidakpastian seputar tarif, potensi pemotongan suku bunga, konflik geopolitik, dan pembelian oleh bank sentral.

Sementara itu, data penggajian swasta AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Maret, tetapi hal itu tidak mengubah pandangan para ekonom bahwa pasar tenaga kerja melambat dengan latar belakang meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat tarif.

Perhatian pasar tertuju pada laporan penggajian nonpertanian AS, yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk petunjuk lebih lanjut tentang jalur kebijakan moneter Federal Reserve.