Harga emas turun oleh penguatan Dolar AS paska data ekonomi AS yang solid.

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Harga emas melanjutkan penurunan beruntunnya dalam dua perdagangan terakhir di hari Kamis (25/06/2020) oleh penguatan Dolar Amerika Serikat kembali. Meski demikian, dengan kenaikan jumlah korban Corona yang meningkat di AS dan negara-negara lain, menjaga harga emas tetap tinggi dalam sepekan ini.

Dolar AS naik 0,3% sementara Dow Jones dan indeks S&P 500 naik setelah aksi jual terburuk sejak 11 Juni, dipicu oleh percepatan dalam tingkat kasus baru corona.

Peningkatan tajam dalam beberapa kasus di beberapa A.S. negara bagian secara khusus menciptakan ketidakpastian tentang memulai kembali bisnis dan bentuk pemulihan ekonomi dari penurunan yang disebabkan oleh langkah-langkah untuk mengurangi penyebaran penyakit menular. Namun, harga untuk emas telah menurun meskipun ada ketidakpastian.

Namun, dengan mempertimbangkan sejumlah sentiment kedepannya, harga emas diyakini tetap berada dalam tren kenaikannya. Sentimen tersebut seperti besarnya stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya secara global, menyebarkan ketidakpastian tentang A.S. dan pertumbuhan ekonomi global serta kekhawatiran tahun pemilihan AS. Sedikit alasan untuk melihat harga emas bergerak lebih rendah dalam waktu dekat.

Harga emas untuk kontrak bulan Agustus turun $ 4,50, atau hampir 0,3%, menetap di $ 1,770.60 per ounce, setelah turun 0,4% di hari Rabu. Harga pada hari Selasa mencapai tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak 4 Oktober 2012. Untuk minggu ini, emas berjangka masih bisa mencatat kenaikan sebesar 1%. Indeks dolar tergelincir 0,2% selama seminggu.

Naeem Aslam, dari di AvaTrade, mengatakan bahwa ada lima faktor utama yang kemungkinan akan mendorong harga emas lebih tinggi dalam beberapa hari mendatang. Termasuk diantaranya adalah tentang gelombang kedua wabah corona yang muncul, ketegangan perdagangan antara China dan AS, kemungkinan pada impor Eropa ke AS, naiknya pengangguran AS, dan pendapatan perusahaan mendatang yang diyakini akan lemah. Ditambahkan olehnya bahwa resolusi dalam beberapa masalah itu termasuk ditemukannya vaksin corona dapat menurunkan harga emas.