Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Dalam perdagangan Jumat (22/11/2019) Dolar AS berbalik menguat dan membuat Euro serta sejumlah mata uang besar lainnya harus berakhir di zona merah. Indeks dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, berakhir naik 0,29 persen ke 98,24.

Euro terpukul dengan data ekonomi Indek pembelian manajer yang lemah. Indikator ini biasanya dilihat sebagai panduan untuk mengukur kesehatan ekonomi. Sebagaimana dilaporkan oleh IHS Markit, bahwa Indeks Pembelian Manajer Eropa periode November merosot ke 50,3 dari 50,6 Oktober. Meski masih ekspansif, namun melemah. Indeks tersebut berada di bawah ekspektasi para ekonom dan hanya sedikit dari angka terendah dalam lebih dari enam tahun pada bulan September. Euro dipaksa berakhir turun 0,32 persen pada $1,1123.

EURUSD berakhir di 1.1023 atau lebih rendah -0,32%, secara mingguan, EURUSD berakhir -0,29% lebih rendah dari penutupan pekan sebelumnya. Sentimen bearish masih membayangi perdagangan mata uang ini. EURUSD potensial untuk menguji level support di 1.1014, 1.1000, dan 1.0980. Sebaliknya, jika EURUSD rebound, akan berhadapan dengan level resistensi  di 1.1031, 1.1047, dan 1.1060.

Poundsterling tergelincir terhadap greenback, setelah survei menunjukkan akifitas bisnis di Negeri Ratu Elizabeth ini menurun dalam posisi terdalam sejak pertengahan 2016. Ada kehati-hatian yang meningkat sebelum dilakukannya pemilihan umum pada 12 Desember nanti. Indek pembelian manajer yang dirilis oleh IHS Markit bersama dengan CIPS UK Purchasing Managers menunjukkan bahwa penurunan di sektor jasa dan manufaktur negara itu meningkat pada bulan November.

Pasangan GBPUSD berakhir di 1.2836, ditutup atau lebih rendah -0,57%. Untuk basis mingguan, pair ini berakhir -0,53%. Secara teknis, GBPUSD masih condong untuk turun terutama jika GBPUSD tetap berada di bawah area 1.2873- 87. Dimana level resistance terlihat di 1.2850. Level support yang akan menjadi target pergerakan harga turun dari harga saat ini berada di 1.2828, 1.2816, dan 1.2800.

Aussie sendiri menutup sesi perdagangan Jumat di 0.6784 atau tidak berubah, dimana secara mingguan, pasangan mata uang AUDUSD ini berakhir -1,04%. AUDUSD berpotensi diperdagangkan bolak-balik saja  dalam bentang harga 0.6775 – 0.6825. Namun tekanan jual tetap ada ditengah ketidakpastian negosiasi dagang AS – Cina. Hal ini bisa membawa AUDUSD ke posisi support terdekat diantara 0.6779, 0.6768, dan 0.6740. Potensi kenaikan berusaha menembus level resistensi di 0.6792, 0.6812, dan 0.6825.

Dolar AS pun menguat terhadap Yen, setelah data aktivitas pabrik dan jasa AS berakselerasi di bulan November. Hal ini mengisyaratkan ketahanan ekonomi AS yang berkesinambungan dalam menghadapi perang dagang AS-Cina dan hambatan lainnya. Dalam perdagangan USDJPY, berakhir di 108.61 atau lebih rendah -0,01% dari penutupan sebelumnya. Secara mingguan, USDJPY berakhir -0,17% lebih rendah dari penutupan pekan sebelumnya.

USDJPY cenderung akan untuk tetap bergerak bolak-balik pada kerangka waktu intraday meski pada grafik mingguan memiliki peluang ke arah selatan. Tanpa perubahan fundamental yang signifikan, USDJPY berpotensi untuk bergerak di dalam rentang harga 108.22 hingga 108.80. Level support terdekat di 108.44, 108.22, dan 108.00. Sedangkan level resistensi di 108.80, 109 dan 109.20. (Lukman Hqeem)