Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Bursa saham global naik sedikit dan harga minyak juga naik pada perdagangan di hari Rabu (18/11/2020) karena data penjualan ritel AS yang lemah dan lonjakan kasus baru Corona sehingga mengurangi euforia ditemukannya vaksin COVID-19 baru-baru ini. Indeks MSCI World datar, sedikit di bawah rekor tertinggi sesi sebelumnya.

Bursa saham Eropa sendiri dibuka lebih rendah, dimana indeks STOXX 600 turun sekitar 0,1%, mengikuti pelemahan di Jepang, di mana Nikkei turun 1,1% setelah kasus virus korona di sana naik ke level tertinggi. Di tempat lain di Asia, indek MSCI regional naik 0,6%, dibantu oleh penanganan pandemi yang lebih baik di sebagian besar wilayah dan prospek lebih banyak stimulus di China.

Bursa saham AS sebelumnya turun karena data penjualan dan kenaikan kasus COVID-19, tetapi diperkirakan akan tetap stabil di pembukaan Wall Street pada hari Rabu, dimana indek berjangka S&P500 datar-datar saja.

Secara keseluruhan ini memberikan gambaran bagi investor tentang kondisi yang lebih cerah, tetapi pemulihan kemungkinan tidak merata. Pasokan yang rendah dan kebutuhan untuk memproduksi dan mendistribusikan barang cenderung menjadi pendorong pertama pemulihan, dengan munculnya kembali permintaan konsumen yang menambah fase kedua yang kuat.

Kehati-hatian pasar tercermin di pasar risiko lainnya, dimana minyak mentah berjangka AS naik hanya 0,1%. Minyak mentah berjangka Brent naik 0,4%.

Di pasar obligasi Eropa, Obligasi Jerman mengalami penurunan imbal hasil ke level terendah sejak Pfizer mengumumkan pembaruan vaksin COVID-19 satu setengah minggu lalu. Imbal hasil ini terus melemah karena lebih banyak tanda peringatan muncul tentang prospek jangka pendek.

Laporan penjualan ritel yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan pengeluaran melambat saat musim belanja liburan mendekat, di tengah kurangnya bantuan fiskal baru dari Washington. Suasana gelisah juga menyapu investor ketika beberapa negara bagian AS mulai membatasi pertemuan dan mewajibkan penutup wajah setelah lebih dari 70.000 orang Amerika dirawat di rumah sakit untuk perawatan COVID-19.

Lonjakan kasus virus korona baru terjadi karena investor memuji dua hasil uji coba vaksin yang menjanjikan yang diterbitkan awal bulan ini. Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell mencatat lonjakan kasus virus korona saat ini adalah masalah besar, dan ekonomi akan terus membutuhkan dukungan kebijakan fiskal dan moneter.

Dolar AS sendiri turun ke 92,250, sebagai posisi terendah sejak 9 November.