Bursa saham Eropa naik

Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

ESANDAR, Jakarta – Bursa saham Eropa berusaha menghapus kerugian besar yang diderita pada awal perdagangan hari Rabu (31/07/2019). Meski menguat, namun pelaku pasar nampak tetap berhati-hati menjelang keputusan penurunan suku bunga sebagaimana yang diantisipasi sejak lama dari Federal Reserve AS hari ini.

Indek saham Eropa Stoxx 600 naik, sedangkan DAX yang turun tajam pada hari Selasa, membuat kenaikan sebesar 0,3%. Indek CAC juga naik 0,1%. Sayangnya Indek FTSE 100 terseret turun 0,4% karena pemberi pinjaman hipotek terbesar di Inggris Lloyds Bank dan manajer kekayaan St James’s Place melaporkan hasil keuangan yang mengecewakan.

Sejumlah fundamental menggerakkan pasar Eropa. Dalam perdagangan di hari Selasa, sejumlah cuitan dari Donald Trump yang menyerang Cina dan kekhawatiran terhadap Brexit menghancurkan perdagangan saham Eropa, mengirim pasar Asia turun. Retorika keras Presiden AS, yang mengancam “tidak ada kesepakatan sama sekali”, memastikan pasar Eropa beragam pada hari Rabu karena ekspektasi kemajuan antara AS dan China tetap rendah.

Sementara itu sejumlah laporan pendapatan emiten yang kuat dari bank-bank Eropa, termasuk Credit Suisse dan BNP Paribas, mendorong saham tetapi investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan Fed Rabu nanti.

Pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin secara luas diharapkan terjadi, tetapi perhatian akan lebih difokuskan pada sikap Jerome Powell, yang dijadwalkan untuk memberikan pernyataan paska penutupan pasar Eropa. Indikasi yang muncul dari pernyataan Powell akan berdampak pada perdagangan setidaknya selama akhir pekan ini. Mengingat hal itu, indeks Eropa cukup diredam tren naiknya.

Disisi lain, ada kekhawatiran pasar yang bersumber pada perlambatan ekonomi zona euro menambah dukungan terhadap ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan melonggarkan kebijakan moneter pada bulan September. Inflasi di zona Euro mendingin menjadi 1,1% pada bulan Juli, jauh di bawah target 2% ECB, sementara PDB tumbuh hanya 0,2% pada kuartal kedua.

Sejumlah saham menjadi pertimbangan pasar. Saham Credit Suisse naik 4,7% karena laba kuartal kedua melonjak 45% menjadi 937 juta franc Swiss ($ 945,6 juta), ini merupakan pendapatan tertinggi dalam empat tahun. Bank Swiss dengan nyaman mengalahkan ekspektasi dan mengkonfirmasi target 2019-nya.

Air France-KLM sahamnya lepas landas setelah maskapai ini melaporkan adanya peningkatan laba operasional pada kuartal kedua meskipun harga bahan bakar naik. Pemotongan biaya perusahaan mengimbangi pajak yang lebih tinggi dan tagihan bahan bakar, mengirimkan sahamnya 7% lebih tinggi.

Peritel Inggris Next menantang jalan kesuraman dengan penjualan yang gemilang, termasuk penjualan online yang naik 4% pada kuartal kedua. Selanjutnya meningkatkan laba setahun penuh sebesar £ 10 juta ($ 12,2 juta) menjadi £ 725 juta, atau mengalami kenaikan sebesar 0,3% dari tahun lalu. (Lukman Hqeem)