Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Bank Sentral AS wilayah Chicago menerbitkan data ekonomi yang mengukur iklim bisnis diwilayah itu. Dalam paparan Indek PMI di hari Rabu (31/07/2019) mengalami penurunan di bulan Juli menjadi 44,4 dari bulan sebelumnya di 49,7.

Hasil ini merupakan yang terendah sejak Desember 2015. Dimana paparan di bawah angka 50 menunjukkan kondisi yang memburuk atau kontraksi. Lebih-lebih, dengan angka di bawah 45 sangat mengkhawatirkan. Jauh dari harapan para ekonom yang mengharapkan justru akan menguat ke ke 50,5, menurut Econoday.

Ditelisik lebih jauh, empat dari lima komponen yang berada di wilayah tersebut mengalami kontraksi pada bulan Juli dengan hanya indeks pengiriman pemasok yang bergerak di atas 50. Indeks produksi mencapai level terendah 10-tahun. Dalam sebuah pertanyaan khusus, hanya 14% dari para produsen yang disurvey yang mengharapkan ekonomi meningkat.

Dalam gambaran yang lebih besar, para ekonom menggunakan data PMI Chicago ini dan indikator regional lainnya untuk mengukur kesehatan ekonomi AS sebagaimana dalam indeks manufaktur oleh Institute Supply Management (ISM). Sebelumnya pada data ISM turun menjadi 51,7% pada Juni, level terendah dalam dua tahun. Bulan ini, survei regional menunjukkan pelemahan lebih lanjut dalam manufaktur AS. ISM akan merilis indeks pabrik Juli pada hari Kamis pukul 10 pagi.

Sejumlah ekonom dengan cepat mengatakan bahwa melemahnya sektor manufaktur diwilayah tengah AS ini akan mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunga setengah poin pada pertemuan kebijakan mereka di hari Rabu, tetapi sebagian besar ekonom melihat pergerakan seperempat poin.

Paska data tersebut, bursa saham bergerak naik lebih tinggi karena investor mengantisipasi penurunan suku bunga Federal Reserve. Indek Dow Jones naik 59 poin menjadi 27.257 di awal perdagangan. (Lukman Hqeem)