Poundsterling Berpotensi Menguat Kembali

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Poundsterling Inggris turun lebih dari 0,5% dalam perdagangan awal Asia pada hari Selasa (18/12/2019) setelah sebuah laporan media mengatakan bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menulis ke dalam undang-undang bahwa pengaturan Inggris keluar Uni Eropa harus selesai pada 31 Desember 2020.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menggunakan kekuatan mayoritas suara Partai Konservatif di Parlemen untuk mendukung Brexit yang direvisi ke dalam undang-undang. Untuk itu, dia akan mengajukan ke parlemen pada hari Jumat, demikian juru bicara Johnson mengatakan sebelumnya.

Sebelumnya dalam perdagangan di hari Senin (16/12/2019), Poundsterling sempat menguat terhadap Dolar AS karena dukungan sentiment adanya harapan bahwa kemenangan Partai Konservatif dalam pemilihan umum pekan lalu akan membuat jalan mulus bagi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam menyelesaikan perbedaan pendapat soal Brexit dengan Parlemen.

Selama akhir pekan, para politisi Konservatif mengulangi janji mereka untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari dan mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan Uni Eropa pada akhir 2020.

Poundsterling dalam perdagangan hari Senin berakhir di 1.3334 atau turun 0,07%. Pasangan GBPUSD mendapat tekanan bearish sejak awal sesi, jatuh ke 1.3236. Masih terbuka ruang untuk pergerakan bearish lebih lanjut dengan target di level support 1.3215 dan 1.3200. Aksi beli kembali membuka peluang rebound yang akan mengarahkan pasangan ini menjajal level resisten di 1.3288 dan 1.3306 hingga ke 1.3326.

Euro sementara itu beranjak lebih tinggi terhadap dolar AS setelah mata uang Greenbacks ini turun dimana para pelaku pasar mengantisipasi lebih lanjut isi lebih rinci dari perjanjian perdagangan AS – Cina. Robert Lighthizer, memuji kesepakatan perdagangan AS-Cina “fase pertama” yang diperkirakan akan melipatgandakan ekspor AS ke Cina selama dua tahun ke depan, sementara Cina tetap berhati-hati menjelang penandatanganan perjanjian tersebut.

Amerika Serikat dan Cina mendinginkan perang dagang mereka di hari Jumat, lewat pengumuman bahwa perjanjian “fase satu” yang mengurangi beberapa tarif AS sebagai imbalan atas apa yang dikatakan para pejabat AS akan menjadi lompatan besar dalam pembelian produk pertanian Amerika dan barang-barang lainnya dari China. Namun dolar AS menguat terhadap mata uang safe-haven yen Jepang, karena kesepakatan perdagangan AS-Cina awal menunjukkan pertumbuhan global yang lebih kuat. Kesepakatan “fase pertama” menangguhkan ancaman tarif impor AS terhadap $156 miliar produk Tiongkok yang dijadwalkan mulai berlaku pada hari Minggu (15/12/2019). AS bersepakat untuk membagi dua tingkat tarif, menjadi 7,5%, senilai $120 miliar barang-barang Cina.

Pasangan EURUSD menutup sesi perdagangan di 1.1144 atau naik 0,24%. Pasangan ini sedang berada di fase konsolidasi, berpotensi untuk bergerak bolak-balik dalam bentang perdagangan 1.1103 – 1.1154. Pada perdagangan di hari Selasa sesi Asia, EURUSD mendapatkan tekanan jual. EURUSD berpotensi turun mencoba untuk menembus level support kecilnya di 1.1135. Penurunan ini berisiko membawa pasangan ini tergelincir ke jurang yang lebih dalam pada area 1.1120 – 1.1100. Sebaliknya, nuansa beli akan membuat EURUSD mencoba untuk menembus resistensi di 1.1154, 1.1170, dan 1.1200.

Sementara Aussie menutup perdagangan di hari Senin pada 0.6883 atau naik 0,23%.  Pasangan AUDUSD berbalik tertekan oleh dolar AS pada perdagangan hari Selasa sehingga mempertegas potensi konsolidasi, sebagaimana tersirat pada grafik 4-jam. AUDUSD dapat bergerak di dalam rentang harga 0.6862 hingga 0.6896. Namun apabila tekanan jual membesar, AUDUSD berisiko jatuh lebih dalam dengan support-support intraday lainnya terlihat di 0.6850 dan 0.6830. Sedangkan resistance-resistance intraday pada Selasa pagi terlihat di 0.6882, 0.6896, dan 0.6913.

Pasangan USDJPY mengakhiri perdagangan di 109.52 atau naik 0,19%. USDJPY masih di dalam tren bullish. Hingga Selasa pagi posisi USDJPY berada di atas level support 109.40. USDJPY berusaha menembus level resisten di 109.62, 109.70, dan 110.00. Sementara level support di 109.30, 109.20, dan 109.00. (LH)