Dolar AS

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Dolar AS melemah pada perdagangan di hari Jumat (20/03/2020) karena enam bank sentral utama mengumumkan tindakan terkoordinasi untuk meningkatkan likuiditas dalam mata uang, tetapi Greenback masih mampu memantul dari posisi terendah menjelang penutupan perdagangan karena melemahnya bursa saham.

Sepanjang minggu, Dolar AS melakukan reli ganas karena investor bergegas untuk mendapatkan mata uang, tercatat kenaikan sebesar 4,32% sebagai lonjakan mingguan terbesar sejak krisis keuangan 2008.

Penguatan Dolar AS ini membuat sejumlah mata uang harus menemui posisi terendahnya. Aussie dan Poundsterling misalnya harus jatuh ke posisi terendah multi-tahun setelah penurunan suku bunga oleh bank sentral dan suntikan dana miliaran dolar gagal menenangkan pasar yang panik. Enam bank sentral utama mengumumkan tindakan terkoordinasi untuk meningkatkan likuiditas di greenback dengan meningkatkan frekuensi operasi pertukaran mata uang mereka terjadi setiap hari.

Padahal dengan meningkatnya operasi likuiditas dolar AS yang terkoordinasi pada 15 Maret sudah merupakan langkah signifikan yang terbangun dari pengalaman Krisis Keuangan Hebat, tetapi pergeseran hari ini ke operasional harian belum pernah terjadi sebelumnya.