Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Data ekonomi yang terkini dirilis pada Jumat (31/01/2020) adalah data indek pembelian manajer di sector manufaktur China. Dilaporkan bahwa Indek PMI tersebut tumbuh diangka 50,0 untuk bulan Januari, sesuai dengan perkiraan.

Sejumlah ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PMI manufaktur Januari datang pada 50,0. PMI manufaktur resmi sebelumnya 50,2 pada bulan Desember. Pembacaan PMI di atas 50 mengindikasikan ekspansi, sementara yang di bawah level tersebut sinya kontraksi.

Data ini dirilis tepat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis mengumumkan wabah coronavirus yang dimulai di Wuhan, Cina sebagai bencana kesehatan global.

Komisi Kesehatan Nasional China pada hari Jumat mengatakan telah ada 43 kematian tambahan dan 1.982 kasus baru dikonfirmasi, pada akhir Kamis. Itu membuat total kematian di negara tersebut  menjadi 213 dan 9.692 kasus yang dikonfirmasi, kata pemerintah.

Perekonomian China berada di bawah tekanan sejak tahun lalu di tengah perang dagang yang berkepanjangan dengan AS. Sekarang harus menghadapi wabah virus corona yang kemungkinan besar akan membuat lebih banyak tekanan dan memperlambat pertumbuhan.

Untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut, sejumlah provinsi di China memperpanjang liburan panjang Tahun Baru Imlek yang sedang berlangsung. Kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran virus lebih lanjut tersebut, akan menghantam sektor bisnis dan rantai pasokan global.