Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Resesi AS yang dimulai pada Maret silam saat pandemi virus korona menghantam AS mungkin sudah berakhir, demikian dikatakan oleh pejabat No. 2 di Federal Reserve pada Rabu (14/10/2020).

“Resesi ini sejauh ini merupakan yang terdalam dalam sejarah pascaperang tetapi juga dapat masuk ke dalam buku rekor sebagai resesi terpendek dalam sejarah AS,” kata Deputi Gubernur Federal Reserve Richard Clarida dalam sambutan yang disiapkan untuk konferensi Institute for International Finance. Ditambahkan olehnya bahwa arus data ekonomi sejak Mei “sangat kuat,” katanya.

Sejumlah ekonom yang disurvei MarketWatch memperkirakan ekonomi akan rebound pada tingkat tahunan 31,9% di kuartal Juli-September. Perekonomian AS sendiri memang merosot pada tingkat rekor 31,4% pada kuartal kedua. Mereka khawatir bahwa ekonomi akan terhenti dalam beberapa bulan mendatang, yang mengarah ke resesi “penurunan ganda”. Ekonom yang mengambil pandangan panjang kemungkinan akan melihat ini sebagai resesi yang lebih panjang.

Clarida mengatakan rebound dalam PDB telah “berbasis luas”, dengan hanya pengeluaran untuk banyak layanan yang terus tertinggal. Lebih lanjut dia mengatakan “ada permintaan yang terpendam” di sektor jasa yang rusak yang akan mendongkrak perekonomian begitu ancaman virus surut. “Kami memiliki banyak simpanan yang terkumpul dan saya pikir itu akan menjadi angin ekor bagi perekonomian ketika kita sampai di sisi lain dari ini,” katanya.

Meski tidak semua deputi Gubernur seoptimis Clarida, namun ia menegaskan bahwa prospek ekonomi sangat tidak pasti dan tergantung pada jalannya virus. Menurutnya, ini akan membutuhkan waktu bagi ekonomi untuk memulihkan semua kekuatan yang hilang dalam resesi dan dia mengatakan lebih banyak bantuan dari kebijakan Fed dan pengeluaran Kongres “akan dibutuhkan.”

Paska pernyataan Clarida, Indek Dow Jones sedikit positif dalam perdagangan hari Rabu menjelang penutupan perdagangan, sehari setelah pasar menghentikan kenaikan beruntun 4 sesi.