Bursa Saham Jepang menguat, ikuti kenaikan bursa saham di Wall Street. (Lukman Hqeem)

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Bursa saham Asia beragam geraknya diperdagangan awal bulan Oktober ini. Dimana bursa saham China tutup untuk libur sepekan dan bursa Hong Kong pula. Sentimen perdagangan mayoritas berasal dari berita-berita regional dan bukan dalam tema yang luas.


Indek Nikkei Jepang naik 0,6% karena dolar terus mendorong terhadap yen naik dalam perdagangan USDJPY, ke level yang sebelumnya tidak terlihat sejak November lalu. Sektor farmasi, konsumen, dan beberapa saham elektronik memimpin kenaikan indek. Saham produsen obat Shionogi dan pembuat chip Tokyo Electron naik sekitar 2%. Saham pembuat mobil lebih lemah, karena Subaru 7270, -2,10% merosot hampir 3%.


Sementara Indek KOSPI Korea dengan cepat berbalik dari keuntungannya sejak awal perdagangan. Terbebani oleh jatuhnya saham Samsung sebesar minus 1,18%. Berapa saham kemudian ikut jatuh setelah berita sejak selasa kemarin bahwa Ketua Lee Sang-hoon didakwa karena diduga melanggar hukum serikat perburuhan saat dia sebagai CFO dari 2012 hingga 2017. Kospi ditutup turun 0,5%.


September mungkin memiliki awal yang baik untuk saham Asia tetapi akan berakhir dalam bentuk yang jauh lebih baik. Kenaikan luas tersebar di seluruh wilayah Jumat, dengan Nikkei Jepang memimpin.


Pada perdagangan akhir pekan lalu, Indek Nikkei bergerak naik ke posisi tertinggi sejak Januari, kembali ke level yang terakhir terlihat pada akhir 1991, dibantu oleh lompatan semalam dalam dolar yang memperpanjang pagi ini versus yen. Indeks ditutup naik 1,4% pada 24.120,04.


Memang Dolar AS melonjak atas Yen dengan bertahan diatas ¥ 113 pada 2018. Sejumlah saham mendapat keuntungan dengan lonjakan ini. Sony melonjak 4,5%, hampir dengan berbalik arah dari koreksi minggu lalu dan dan menetapkan pada posisi 11 tahun terbaiknya.


Sementara itu, bursa saham Hong Kong mulai membaik di tengah seiring kenaikan di tempat lain di kawasan ini. Indek Hang Seng naik 0,3% dan Indeks China Enterprises melambung 0,8% lebih dari penurunan yang terjadi pada penurunan sebelumnya. Saham perusahaan minyak dari China daratan naik lebih dari 1%, begitu juga dengan perusahaan asuransi Ping An dan AIA. Tapi saham properti melanjutkan pelemahan minggu ini.


Sebelum liburan, bursa saham China mencatat kenaikan yang teredam. Mengikuti pergerakan yang lebih besar di bursa asia lainnya, Indek Shanghai naik 1,1%. (Lukman Hqeem)