Dolar AS melemah, Yen terus menguat

Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

ESANDAR – Mata uang safe-haven seperti Yen Jepang melonjak pada hari Rabu (07/01/2020) pagi setelah serangan roket di pangkalan tuan rumah AS di Irak memperbaharui kekhawatiran akan konflik yang lebih luas pecah di Timur Tengah dan mengirim investor bergegas ke tempat yang aman.

Roket ditembak pada beberapa sasaran termasuk pangkalan udara al Asad Irak, yang menampung pasukan AS, kata para pejabat berwenang AS kepada Reuters. Pentagon mengatakan rudal diluncurkan dari Iran, sementara kantor berita Iran Mehr melaporkan serangan itu diluncurkan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah dilakukan pemakaman Komandan Pasukan Al Quds Iran, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak A.S. di Bandara Baghdad Jumat lalu. Serangan ini telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam krisis baru dan memicu kekhawatiran yang lebih besar.

Yen, dianggap sebagai asset surgawi di masa kekacauan berdasarkan status Jepang sebagai kreditor terbesar dunia, kini naik 0,6% ke level tertinggi tiga bulan di 107,74 yen per dolar.

Sementara bursa saham AS tergelincir dan harga emas, sebagai aset surgawi lainnya juga melonjak $ 18 per ons menjadi $ 1.592,50 per ons, tertinggi sejak 2013. Harga komoditas minyak melonjak dengan kekhawatiran gangguan pasokan sehingga menghapus kerugian baru-baru ini.

Serangan tersebut menempatkan pasar ke dalam risiko. Pelaku pasar selanjutnya akan memilih untuk menunggu langkah yang akan diambil oleh Amerika Serikat dan melihat-lihat perkembangan yang ada.

Dalam sesi perdagangan Asia hari Rabu, ada lebih banyak likuiditas untuk dating dan begitu kita melihat apa pembalasan lebih lanjut akan dilakukan. Memang sejauh ini belum jelas seberapa besar kerusakan atau korban di pangkalan itu.

Presiden AS Donald Trump telah diberi pengarahan tentang serangan di Irak dan sedang memantau situasinya, kata jurubicara Gedung Putih Stephanie Grisham. Sekretaris Pertahanan AS Mark Esper mengatakan Amerika Serikat harus mengantisipasi pembalasan dari Iran atas pembunuhan komandan elit Al Quds Qassem Soleimani di Irak.  Soleimani, seorang tokoh penting dalam mengatur kampanye lama Iran untuk mengusir pasukan AS dari Irak, juga bertanggung jawab untuk membangun jaringan pasukan proksi Teheran di seluruh Timur Tengah.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran sedang mempertimbangkan beberapa skenario untuk membalas kematiannya. Tokoh senior lainnya mengatakan Republik Islam akan menyamai skala pembunuhan ketika merespon, tetapi ia akan memilih waktu dan tempat.

Aksi beli atas aset safe haven juga mendukung kenaikan franc Swiss menjadi 0,9674 franc per dolar atau naik 0,3%, dan mendukung greenback yang juga dihidupkan kembali semalam didukung data AS yang kuat. Dolar naik 0,3% pada dolar Selandia Baru dan mencapai tertinggi tiga bulan terhadap Aussie, yang telah merosot karena pasar mulai bertaruh bahwa korban ekonomi dari kebakaran hutan menyapu negara itu dapat memaksa penurunan suku bunga.

Pada ujung perdagangan di hari Selasa, Yen dan Franc masih melemah dan turun dari posisi tertinggi baru-baru ini terhadap dolar karena pasar keuangan stabil, dimana investor berbalik lebih berharap bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan meningkat menjadi perang habis-habisan. Sementara data sektor manufaktur dan pesanan pabrik AS yang lebih baik dari perkiraan juga mengangkat dolar.

Yen jatuh dari tertinggi tiga bulan terhadap dolar, meskipun sentimen tetap rapuh di tengah kekhawatiran yang mengganggu tentang dampak memburuknya hubungan AS-Iran. Franc Swiss, tempat berlindung yang aman, turun dari tertinggi empat bulan terhadap euro dan turun terhadap dolar. Dalam perdagangan akhir pagi, dolar sedikit lebih tinggi terhadap yen pada 108,44 yen, menjauh dari level terendah tiga bulan pada hari Senin.

Serangan pesawat tak berawak A.S. di Baghdad pada hari Jumat menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani, yang secara luas dipandang sebagai tokoh paling kuat kedua di Iran. Ada sedikit penurunan ketegangan AS-Iran. Itu terbukti dengan melihat emas dan minyak turun dari ketinggian hari Minggu mereka. Tapi itu belum berakhir dalam hal retorika perang.