Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Dolar AS melemah terhadap sebagian besar rival utamanya dalam perdagangan di akhir pekan, bahkan  membuat Aussie dan Poundsterling mampu melonjak ke level tertinggi baru multi-tahun. Mata uang Amerika beringsut lebih rendah meskipun imbal hasil Treasury AS melanjutkan kenaikan mereka dan menyelesaikan minggu ini pada level tertinggi dalam setahun. Wall Street sendiri ditutup bervariasi pada hari Jumat (19/02/2021), dimana Indek Dow Jones mendekati rekor tertinggi tetapi Indek S&P jatuh untuk hari keempat berturut-turut.

Pihak Federal Reserve menerbitkan laporan kebijakan moneter tengah tahunannya, yang menunjukkan bahwa pembuat kebijakan percaya bahwa risiko kegagalan bisnis yang akan datang “tetap besar” di negara tersebut. Ketua Jerome Powell akan bersaksi di depan Kongres minggu ini, untuk pertama kalinya di era Biden.

Inggris akan menjelaskan jalan keluarnya dari penguncian ini pada hari Senin (22/02/2021). Pemerintah mengatakan bahwa kontak sosial akan menjadi “prioritas mutlak” dan sejauh ini menegaskan bahwa penghuni panti jompo akan diizinkan satu pengunjung tetap yang menatap 8 Maret. Sejauh ini, negara telah memvaksinasi sekitar 17 juta orang.

Harga emas mampu membukukan kenaikan secara moderat karena pelemahan dolar AS ini, ditutup pada $ 1.784 per troy ounce. Sementara harga minyak mentah turun tipis dibebani oleh ekuitas. WTI ditutup pada $ 59,00 per barel.