Harga emas naik diawal perdagangan minggu ini, melanjutkan tren kenaikan minggu lalu. (Lukman Hqeem/Foto Istimewa).

Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

ESANDAR, Jakarta – Harga emas pada hari Senin (12/11) berakhir turun untuk sesi ketiga berturut-turut karena Indek dolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 17 bulan, membebani permintaan untuk logam mulia.


Untuk kontrak pengiriman bulan Desember, harga logam mulia harus turun $ 5,10, atau 0,4%, ke $ 1,203.50 per troy ons, setelah membukukan penurunan 2% pekan lalu, dan jatuh hampir 1,4% pada hari Jumat saja. Harga penutupan pada perdagangan hari Senin menandai posisi terendah untuk kontrak paling aktif sejak 10 Oktober. Harga logam mulia juga telah membukukan penurunan dalam skor enam dari tujuh sesi perdagangan terakhir.


Menariknya, penurunan harga emas kali ini sejalan dengan naiknya Dolar AS. Ini berarti jatuhnya harga sejalan dengan aksi safe haven para pialang yang memilih Dolar AS. Jatuhnya harga juga patut dicurigai lebih terkait dengan rencana kesepakatan AS-China terkait perang dagang. Skeptisme memang muncul bahwa perjanjian akan tercapai pada pertemuan November ini.


Indeks Dolar AS (DXY) naik hampir 0,7% pada 97,535 sempat ke 97,578, mencerminkan level tertingginya sejak Juni 2017. Indek telah naik sekitar 5,9% hingga saat ini, sebagian didorong oleh ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh The Federal Reserve.


The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga bulan depan dan tiga kali lagi pada 2019. Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan dolar dan menyuramkan permintaan komoditas denominasi dolar seperti emas.


Kedepannya, secara teknikal harga emas akan tertekan setelah memasuki level kunci $ 1,210, mengurangi sinyal positif dalam beberapa minggu terakhir. Sentimen negatif masih berasal dari penguatan Dolar AS dan melemahnya Yuan China disisi lain, akan membebani harga logam mulia.

Pergerakan harga cenderung untuk menembus level di bawah $ 1.200 per troy ons. Level support terdekat dari sini memang cukup jauh di $1.180. Ini merupakan posisi terendah pada 28 September – silam, sebelum ke posisi terendah lainnya di 16 Agustus $ 1,160 per troy ons.

Potensi kenaikan harga akan terjaga jika Emas mampu bertahan diatas harga rata-rata dalam pergerakan 50 hari perdagangan, yaitu di $ 1,212 per troy ons. Sinyal beli kuat akan terbaca diatas $ 1,215 per troy ons. (Lukman Hqeem)