Wall Street - Traders - Indek

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, dengan S&P 500 memposting penutupan tertinggi dalam lebih dari empat bulan, karena investor mengurai data ekonomi yang mencakup pesanan barang tahan lama yang lebih kuat dari perkiraan dan tanda-tanda lebih lanjut bahwa inflasi tetap terkendali.

Penguatan bursa saham didukung dengan data ekonomi AS tentang pesanan barang modal yang mendasarinya dibulan Januari. Jumlahnya masih konsisten dengan perlambatan pertumbuhan investasi peralatan bisnis pada kuartal pertama, meskipun itu menunjukkan bahwa perlambatan tidak akan setajam sebagaimana yang ditandai dengan beberapa bukti survei yang ada. Sementara angka harga produsen dibulan Februari menunjukkan beberapa tanda-tanda kenaikan inflasi.

Indek Dow Jones naik 148,23 poin, atau 0,6%, ke 25.702,89. Indek S&P 500 naik 19,40 poin, atau 0,7%, ke 2.810,92, tertinggi sejak 7 November. Indek Nasdaq naik 52,37 poin, atau 0,7% ke 7,643.41.

Data ekonomi AS terkini menunjukkan bahwa pesanan barang tahan lama AS menguat, setelah laporan sebelumnya menunjukkan penurunan tajam dalam investasi bisnis. Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa pesanan modal inti, sebagai ukuran utama investasi bisnis, naik 0,8% pada Januari setelah turun tajam dua bulan sebelumnya.

Sementara harga barang grosir naik 0,1% pada bulan Februari, di bawah kenaikan 0,2% yang diharapkan oleh para ekonom, per jajak pendapat MarketWatch. Kenaikan 12 bulan dalam harga produsen turun dari 2,5% menjadi 2,3%, jauh di bawah puncak 3% pertumbuhan musim panas lalu.

Terjadi kenaikan pengeluaran di sektor konstruksi AS sebesar 1,3% pada bulan Januari. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak April, setelah penurunan 0,8% pada Desember, kata Departemen Perdagangan.

Parlemen Inggris pada hari Rabu memberikan suara menentang Brexit tanpa kesepakatan, sehari setelah anggota parlemen menolak persetujuan Brexit yang direvisi oleh Perdana Menteri Theresa May dengan suara 242-391. Pada hari Kamis, mereka akan memutuskan apakah akan meminta perpanjangan batas waktu 29 Maret untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa.

Sementara itu, Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia tidak terburu-buru untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan dengan China dan bahwa Presiden China Xi Jinping tahu bahwa AS dapat meninggalkan pembicaraan bilateral jika kesepakatan tidak tercapai, The Wall Street Journal melaporkan. Negosiasi antara kedua belah pihak telah berubah lebih intens minggu ini, dengan AS dan China berupaya untuk menghilangkan “batu sandungan” terakhir, menurut surat kabar itu.

Sejumlah saham menjadi perhatian investor, Rite Aid Corp. menguat 6,1% setelah kepala eksekutif rantai toko obat John Standley ini mengatakan mundur. Take-Two Interactive Software saham melonjak 6,9%, mencatat sebagai perdagangan terbaik mereka sejak Oktober 2018. Tersiar kabar tentang kemungkinan pengambilalihan dari Sony Corp.

Saham Boeing berusaha bangkit dan mengakhiri kekalahan beruntun selama tujuh hari meskipun terus khawatir tentang keamanan tipe 737 Max 8 terus berlanjut. Saham Boeing Co. naik 0,5%. Meski Presiden Donald Trump mengatakan bahwa regulator AS akan mendaratkan 737 pesawat Max 8 dan 9 sejalan dengan keputusan serupa di negara lain. Namun, para pakar industri mengatakan bahwa meskipun reputasi Boeing akan berkurang akibat insiden terbaru namun tidak akan berdampak lama bagi perusahaan. Saham Boeing turun lebih dari 14% sejauh bulan ini.

Saham Express Inc. merosot 10% setelah pengecer pakaian mode itu mengalahkan ekspektasi laba kuartal keempat tetapi melewatkan penjualan bersih dan memberikan prospek kuartal pertama yang lebih buruk dari perkiraan. Saham Insys Therapeutics Inc. tergelincir 25% setelah pembuat opioid mengungkapkan dalam pengarsipan sekuritas bahwa auditor telah menimbulkan keraguan tentang kemampuannya untuk melanjutkan kelangsungan usaha. Pendiri perusahaan, John Kapoor, dan beberapa mantan eksekutif telah dituduh menyuap tenaga medis untuk meresepkan Subsys obatnya, semprotan fentanil sublingual yang disetujui oleh FDA untuk rasa sakit terkait kanker.