Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Media milik pemerintah Cina mengabarkan bahwa kota Wuhan telah menutup layanan penerbangan dan operasional kereta api. Hal ini dilakukan untuk memerangi penyebaran virus Corona baru yang telah membuat ratusan orang sakit dan menewaskan sekurangnya 17 orang di China.

Kantor Berita Resmi Xinhua mengatakan pada hari Kamis (23/02/2020) bahwa pemerintah kota itu juga meminta penduduknya untuk tidak meninggalkan Wuhan tanpa alasan tertentu. Sebelumnya, Otoritas kesehatan telah mendesak orang-orang di kota itu agar menghindari keramaian dan pertemuan di runag terbuka.

Surat kabar People’s Daily yang juga milik pemerintah mengatakan dalam cuitannya bahwa tidak ada yang akan diizinkan meninggalkan kota mulai pukul 10 pagi dan stasiun kereta api dan bandara akan ditutup. Dikatakan bahwa bus kota, kereta bawah tanah, feri, dan bus antar-jemput jarak jauh juga akan ditutup sementara, mengutip otoritas Wuhan.

Sementara itu di Jenewa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah menunda keputusan mereka dalam menentukan apakah akan mengumumkan kejadian ini sebagai kondisi darurat wabah kesehatan global. WHO telah meminta komisi ahli mengenai masalah ini untuk melanjutkan pertemuan mereka di hari kedua pada Kamis. Organisasi ini mendefinisikan keadaan darurat global sebagai “peristiwa luar biasa” yang merupakan risiko bagi negara lain dan membutuhkan respons internasional yang terkoordinasi.