Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Kabinet China mengumumkan akan memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga 2 Februari untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian virus corona baru, sebagaimana disiarkan dalam laporan berita di CCTV milik pemerintah, Senin pagi. Liburan Imlek sedianya akan berakhir pada 30 Januari ini.

Hong Kong juga telah melarang masuknya pengunjung dari provinsi Hubei Cina, tempat wabah coronavirus pertama kali dilaporkan di kota Wuhan, menegaskan kembali kesulitan yang dihadapi para pejabat ditengah puncak musim liburan imlek.

Otoritas kesehatan di seluruh dunia berlomba untuk mencegah pandemi virus, yang telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang di China dan menewaskan 80 orang.

Ada kekhawatiran bahwa sector pariwisata dan konsumen bisa mendapat pukulan jika virus menyebar lebih jauh, yang akan mencegah investor mengambil risiko yang berlebihan. “Ada banyak ketidakpastian tentang seberapa jauh virus ini akan menyebar, dan ini di balik pergerakan mata uang,” kata Yukio Ishizuki, ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo.