Bursa saham diperkirakan masih akan bullish setidaknya hingga awal oktober.

Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

ESANDAR, Jakarta – Tahun baru, pasar baru. Dalam suasana yang terbarukan ini, Indek bursa saham Dow Jones dan S&P 500 mampu keluar dari zona koreksi setelah kenaikan yang terjadi dalam beberap hari. Kenaikan ini membantu indek bursa saham untuk memperbaiki beberapa luka yang diderita pasar saham pada 2018.

Indek Dow Jones dan S&P 500 mencatat kenaikan lima kali berturut-turut, didorong oleh keyakinan pasar bahwa hasil perundingan AS – China di Beijing kemarin bisa membantu menyelesaikan sengketa yang berlarut-larut antara Cina dan AS.

Disisi lain muncul tanda-tanda yang berkembang bahwa Federal Reserve siap untuk memutar balikkan apa yang dianggap sebagai jalur kenaikan suku bunga yang agresif menjadi lebih dovish.

Selama ini muncul beberapa kekhawatiran investor, bahwa perang dagang akan berlarut-larut. Kedua, kenaikan suku bunga akan terjadi secara agresif. Ketiga, pertumbuhan ekonomi global akan surut dan keempat AS berada di ambang resesi. Ini semua telah menghancurkan kepercayaan investor, dan mendorong pasar saham turun dari puncak gunung di musim gugur.


Namun sejumlah kecemasan seputar masalah-masalah tersebut telah sedikit mereda satu persatu. Dow Jones menemukan kembali kepercayaannya, menguat dan berada di ambang pintu keluar dari zona bearish dalam beberapa hari terakhir.

Setidaknya dengan sebuah pernyataan dari Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell di hari Kamis kemarin, telah membantu melepaskan diri dan menekankan pandangan itu kepada investor.


Koreksi pasar, biasanya didefinisikan sebagai jatuhnya harga setidaknya 10% dari puncak terbaru. Beberapa analis teknikal pasar puritan percaya bahwa suatu aset harus masuk ke posisi tertinggi baru untuk secara resmi dapat dikatakan lolos dari lubang koreksi. Data Dow Jones terkini menunjukkan bahwa fase itu berlaku setiap kenaikan 10% dari koreksi terendah.


Pada hari Kamis (10/01), Indek Dow Jones berakhir di atas 23.971,42. Indek S&P 500 ditutup 2.586,21. Sejauh ini, Dow Jones telah naik 10,1% dari level terendah 24 Desember, sementara S&P 500 telah naik 10,4% dari posisi terendahnya yang tercipta pada malam Natal itu kemarin. Saat itu, perdagangan saham tercatat sebagai yang terburuk pada hari perdagangan sebelum Natal sepanjang sejarah.


Sementara itu, Indek Nasdaq naik hampir 13% dari peristiwa di malam Natal tersebut. Indek ini tetap tepat di wilayah perbatasan pasar bearish, biasanya didefinisikan sebagai penurunan setidaknya 20% dari puncak pasar bull. Indeks perlu naik 7 poin persentase lagi untuk keluar dari pasar bearish, yang terjadi sejak 21 Desember.


Hari Kamis kemarin menandai hari ke-13 bagi Nasdaq berada di pasar bearish. Jika sampai hari ke-14, akan melampaui pasar bearish yang terjadi bulan Maret 2009 sebagai catatan pasar bearish terpanjang.

Pasar beruang itu berlangsung dari 3 – 23 Maret 2009. Dimana pada 9 Maret 2009, menandai posisi paling rendah sepanjang pasar bearish tersebut, demikian menurut Dow Jones Market Data.


Kenaikan yang terjadi di bursa saham juga bersamaan dengan kenaikan harga minyak di bursa berjangka. Minyak mentah juga dipandang sebagai aset yang beresiko sebagaimana saham. Pergerakan keduanya seiring memecahkan diri dari kondisi pasar bearish. Harga naik 20% dari harga terendah pada 24 Desember. Berjalan beriringan, baik minyak dan saham naik berusaha mematahkan kekhawatiran tentang ganguan ekspansi ekonomi dunia, oleh perang dagang AS-China.


Secara teknis, baik saham dan minyak telah mendekati level perdagangan di atas pergerakan harga rata-rata dalam 50-hari. Bagi pelaku pasar, kondisi ini akan dilihat sebagai tanda kesinambungan sebuah tren. Dalam hal ini adalah tren bullish, yang sedang mencoba untuk membangun kembali pijakan dirinya.

Sebagai catatan, rata-rata pergerakan S&P 500 selama 50 hari terakhir, ada di 2.635,75. Penutupan perdagangan di hari Rabu (09/01) berada di 2.584,96. Dengan kata lain, posisi Indek S&P 500 telah mendekati isyarat yang akan mengkonfirmasi arah tren dalam jangka yang lebih panjang.


Dalam sebuah catatan yang dilansir oleh Bespoke Investment Group pada hari Rabu kemarin, dikatakan bahwa sejak Perang Dunia II hanya ada 12 penurunan lainnya sebesar 15% atau lebih dalam rentang tiga bulan yang kemudian akan segera diikuti oleh kenaikan sebesar 10% atau lebih baik dalam 10 hari perdagangan atau lebih sedikit.


Pendek kata, kemampuan menembus batas krusial dari pergerakan harga selama 50 hari terakhir, akan membawa arah gerak harga naik, dalam hal ini, setidaknya selama 10 hari kedepannya. (Lukman Hqeem)