Pejabat Huawei ditangkap di Kanada, bursa saham Asia turun.

Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

ESANDAR, Jakarta – Bursa saham Asia jatuh pada perdagangan Kamis (06/12), dipimpin oleh sektor teknologi, menyusul penangkapan seorang pejabat senior Huawei. Pasar khawatir ini akan memicu babak baru dalam Perang Dagang AS – China yang tengah melakukan gencatan senjata.


Otoritas Kanada menangkap kepala keuangan Huawei Technologies untuk kemungkinan ekstradisi ke Amerika Serikat. Pejabat tersebut diduga melanggar sanksi terhadap Iran. Meng Wanzhou ditahan di Vancouver, British Columbia, pada hari Sabtu kemarin, meski kabar tersebut baru-baru ini saja dirilis.

Bursa saham AS berjangka turun, dimana Indek Dow Jones berjangka turun lebih dari 300 poin, atau 1,4%. Indek S & P 500 berjangka dan Indek Nasdaq berjangka masing-masing turun lebih dari 1%. Pada bursa CME Group, alarm berbunyi dalam aksi jual yang terjadi di perdagangan berjangka guna menghindari kerugian yang lebih buruk.


Investor mengakui tengah mengamati dengan seksama perkembangan di Asia setelah laporan bahwa Kanada telah menangkap Huawei CFO yang menghadapi ekstradisi AS karena diduga melanggar sanksi Iran. Informasi utama ini cukup signifikan karena pemerintah AS berusaha untuk membujuk sekutu untuk berhenti menggunakan perangkat Huawei karena kekhawatiran keamanan, dan informasi utama ini bisa membebani saham teknologi secara negatif.


Indek Hang Seng Hong Kong jatuh 2,7% pada hari Kamis, dimana saham teknologi tengah mengambil beban. Saham Tencent turun lebih dari 4%, sementara AAC dan Sunny Optical masing-masing turun sekitar 6%. Bursa Saham China turun dimana Indek Shanghai turun 1,6% dan Indek Shenzhen 2,7%.


Indek Nikkei Jepang, turun 2,2%, dengan saham Nintendo dan SoftBank masing-masing turun lebih dari 4%. Sementara indek Kospi Korea Selatan turun 1,5%, dimana Samsung turun lebih dari 2% dan SK Hynix jatuh di atas 3%.


Pada perdagangan komoditi hari ini, harga patokan minyak mentah AS, WTI telah kehilangan 1% menjadi $ 52,36 per barel. Minyak mentah Brent yang digunakan untuk patokan harga minyak internasional, turun 0,8% menjadi $ 61,09. Dalam perdagangan mata uang, Dolar – Yen, USDJPY, merosot menjadi 112,72 yen dari 113,19 yen. (Lukman Hqeem)