Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Di Jepang, optimisme pasar di sekitar kesepakatan perdagangan AS-China juga memainkan peran mereka untuk menggambarkan reset risiko. Pasar saham sendiri menanti dengan harap pada kesaksian Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell di Capitol Hill.

Dengan kembalinya secara bertahap karyawan China telah bergabung dengan berita utama yang optimis, sentimen perdagangan membaik menjelang pembukaan Eropa pada hari Selasa (11/02/2020). Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik (selain-Jepang) naik 1,0% sedangkan indek bursa saham utama China juga mengikuti.

Tidak hanya sinyal positif selama penelitian para ilmuwan China untuk penyembuhan virus Corona, tetapi komitmen Beijing terhadap kesepakatan fase-satu AS-China juga memuaskan para pedagang saham Asia. Meski begitu, pergerakan pasar tampak lamban karena bursa di Jepang tutup.

Pasar juga dipengaruhi dengan optimisme meski masih berhati-hati terkait kesaksian Jerome Powell yang akan datang. Patut disebutkan bahwa komentar optimis dari para pembuat kebijakan Fed membantu indeks Wall Street membukukan kenaikan pada hari sebelumnya.

Selanjutnya, imbal hasil treasury AS 10-tahun juga naik menjadi 1,56% sedangkan S&P 500 Future juga tetap 0,33% di wilayah hijau pada saat ini. Alasannya mungkin dari China serta data tingkat kedua di dalam negeri.

Selain kesaksian Powell, komentar dari ECB dan para pemimpin BoE, ditambah dengan kalender ekonomi yang sibuk, akan penting untuk diperhatikan.