Bursa Saham AS

Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

ESANDAR, Jakarta – Bursa saham AS berakhir turun dalam perdagangan hari Jumat (11/01). Pun demikian catatan kinerja mingguan mampu membukukan kenaikan.

Hal ini cukup membantu baik Indek Dow Jones dan S&P 500 untuk keluar dari fase korektif. Sinyalemen positif, dipicu kemajuan pembicaraan perdagangan China – AS disaat sentiment negatif membayangi dari peristiwa penutupan sebagian layanan pemerintah AS yang kini telah mencapai rekor terpanjang dalam sejarahnya.


Indek Dow Jones ditutup turun sekitar 6 poin lebih rendah, atau kurang dari 0,1%, pada 23.995, indek S&P 500 naik tipis dari titik lebih rendah untuk mencapai 2.596, sedangkan Indek Nasdaq turun 0,2% menjadi ditutup pada 6,971.


Secara mingguan, Indek Dow Jones mampu membukukan kenaikan 2,4%, Indek S&P 500 berakhir naik 2,5%, sementara Indek Nasdaq naik 3,5%. Sehari sebelumnya, Indek S&P 500 dan Dow mencoba untuk keluar dari zona koreksi, biasanya didefinisikan sebagai penurunan 10% dari puncak baru-baru ini. Indek mampu naik setidaknya 10% dari koreksi terendah, yang menandakan kebangkitan dari level koreksi, menurut Dow Jones Market Data.


Penutupan sebagian layanan pemerintah akan menandai rekor terpanjang dalam 23 hari. Pada titik ini, investor mungkin lebih memperhatikan meski sejauh ini investor di Wall Street telah menikmati keuntungan yang solid.


Pada perdagangan minggu ini, investor akan memperhatikan laporan pendapatan sejumlah bank besar, seperti dari Citigroup dan JPMorgan Chase & Co. Kedua bank ini akan menandai awal musim laporan pendapatan yang tidak resmi. Bagi investor, laporan ini setidaknya bisa menawarkan petunjuk baru tentang kesehatan perusahaan-perusahaan Amerika.


Sementara itu, pihak General Motors mengatakan pihaknya melihat adanya peluang kenaikan laba untuk 2018 dan memperkirakan kinerja yang lebih kuat pada 2019. (Lukman Hqeem)