Tingkat Pengangguran Australia Stabil,

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Reserve Bank of Australia (RBA) menurunkan perkiraan untuk pertumbuhan secara tajam dan inflasi pada hari Jumat (10/05). Bank sentral juga mengisyaratkan akan menurunkan suku bunga jika pengangguran di negeri Kanguru tersebut tidak turun lebih jauh. Ini menjadi sebuah langkah besar bagi bank sentral menuju kebijakan yang lebih longgar untuk pertama kalinya sejak 2016.

Pergeseran sikapnya tersebut, sebagian besar dipimpin oleh turunnya pasar properti di Australia yang pernah ‘booming’ di negara itu. Hal ini menimbulkan kerugian di sektor konsumsi dan pendapatan rumah tangga.

RBA mengatakan dalam pernyataan triwulanannya,  tentang kebijakan moneter dan memperkirakan laju inflasi akan tetap di bawah titik tengah dari band target 2-3% sampai pertengahan 2021, dengan pertumbuhan upah terlihat naik tipis pada kecepatan moderat. Ekonomi terlihat melambat tajam menjadi 1.75% pada Juni dari tahun sebelumnya, sebelum naik hingga 2.75% hingga pertengahan 2021.

Prospek untuk konsumsi masih menjadi “sumber utama ketidakpastian”, sehingga mengarahkan bank untuk memangkas perkiraan pertumbuhan domestik untuk kedua kalinya tahun ini menjadi 2.75% dari 3,0%. Pada tahun 2018, laju tahunan di bawah par 2.3%.

Itu adalah penurunan peringkat yang luar biasa dari bulan November ketika RBA optimis ekonomi bisa mencapai A$ 1.9 triliun dan akan berkembang pada 3.3% tahun ini dan 3.0% berikutnya.

RBA memangkas suku bunga terakhir pada Agustus 2016 direkor terendah 1.50 persen.

RBA melihat tingkat pengangguran di dekat posisi terendah delapan tahun saat ini sebesar 5.0% hingga Juni 2020 sebelum turun menjadi 4,75% pada tahun berikutnya.

Gubernur RBA Philip Lowe masih bertahan dengan harapan kebangkitan kecil dalam konsumsi mengingat pertumbuhan lapangan kerja yang kuat baru-baru ini, tetapi perkiraannya sendiri menunjuk ke kenaikan belanja lemah 2.0% tahun ini dan 2,6% tahun depan. Lebih rendah dibandingkan dengan 4-6% sebelum krisis keuangan global. Implikasi dari inflasi rendah adalah fokus untuk RBA dan topik yang dibahas pada pertemuan kebijakan bulanan pada hari Selasa, kata Lowe dalam pernyataan Jumat.

Dewan “menyimpulkan bahwa laju inflasi yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa tingkat pengangguran yang lebih rendah dapat dicapai sementara juga memiliki inflasi yang konsisten dengan target,” tambahnya. “Mengingat penilaian ini, Dewan akan memperhatikan perkembangan pasar tenaga kerja pada pertemuan mendatang.” (Lukman Hqeem)