Dolar AS melemah, Yen terus menguat

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Mata uang Yen bergerak di dekat level terendahnya di tahun ini, seiring lebih banyak tanda-tanda stabilisasi ekonomi di Cina, serta ditambah dengan optimisme terhadap musim laporan pendapatan AS yang akan mendorong para investor untuk mengalihkan minatnya dari mata uang safe haven untuk mencari pengembalian yang lebih tinggi di aset berisiko lainnya.

Hingga saat ini USDJPY masih berada di dekat level 112.08, yang menjadi level psikologis bagi kelanjutan kenaikan pasangan tersebut, jika mampu break-up diatas 112.12 yang merupakan level tertingginya di tahun ini.

Data ekonomi Cina yang diterbitkan pada akhir pekan kemarin, menunjukkan ekspor mengalami rebound yang tajam dan tingkat pinjaman bank baru mengalami peningkatan yang jauh lebih dari yang diharapkan pada bulan Maret lalu.

Meskipun laju impor Cina masih tetap lemah, namun secara keseluruhan data perdagangan tersebut mampu menguatkan harapan bahwa ekonomi Cina akan mampu untuk keluar dari titik lemahnya, pasca China menghentikan upaya de-leveraging dan sekaligus meningkatkan dukungan bagi laju ekonomi mereka dalam beberapa bulan kedepan. Dalam beberapa bulan kedepan, data ekonomi Cina akan memberikan konfirmasi tentang kekuatan ekonomi Cina, meskipun pembicaraan perdagangan AS-Cina serta Brexit masih diliputi ketidakpastian.

Dengan adanya optimisme baru terhadap kelanjutan pembicaraan perdagangan AS-Cina, sejumlah bursa saham di kawasan Asia nampak menguat, yang didukung pula oleh bursa Wall Street yang ditutup lebih tinggi di sesi perdagangan akhir pekan kemarin, menyusul sejumlah laporan pendapatan perusahaan di AS yang menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan. Salah satunya adalah laporan pendapatan dari JPMorgan yang menjadi salah satu faktor utama kenaikan bursa Wall Street di Jumat kemarin, serta indeks S&P500 yang berhasil mencapai level tertingginya dalam enam bulan terakhirnya.

Setidaknya ini memberikan sentimen positif yang mengimbangi kekhawatiran akan pembicaraan perdagangan antara AS – Jepang di masa mendatang. Pihak Washington diperkirakan akan memasukkan ketentuan mengenai mata uang dalam perjanjian tersebut.

Secara teknis, potensi kenaikan Dolar AS masih bisa berlanjut. Potensi risk on dari menguatnya bursa saham akan membuat investor berpaling dari mata uang safe haven seperti Yen Jepang. Tak heran bisa para spekulan telah bersiap melakukan aksi beli dalam jumlah besar. Data dari pengawas pasar AS di hari Jumat lalu, menunjukkan dukungan bagi posisi beli bagi Dolar. Dengan demikian pasangan USDJPY masih berpotensi menguji level tertingginya.(Lukman Hqeem)