Euro berpotensi terkoreksi

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah di seluruh papan perdagangan hari Rabu (30/10/2019) karena keputusan Bank Sentral AS untuk penurunan suku bunga acuan sebesar seperempat basis poin. Bank sentral menurunkan tingkat kebijakan sebesar seperempat persentase poin menjadi kisaran target antara 1,50% dan 1,75%.

Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell dalam paparan setelah pertemuan tersebut narasi untuk menahan suku bunga AS saat ini lebih lama sekaligus menyarankan suku bunga tidak akan naik selama inflasi berjalan dingin. Hal ini dapat dilihat sebagai sentiment negatif untuk dolar AS.

Secara keseluruhan The Fed tidak akan memberikan opsionalitas penurunan suku bunga yang bergantung pada data. Jerome Powell telah cukup responsif terhadap kondisi ekonomi sejak ia mengambil kursi dan diragukan The Fed akan menjadi pilot gyro. Jika data domestik, terutama konsumsi konsumen dan pasar tenaga kerja terus memburuk, FOMC akan merespons dalam bentuk barang. Sebut saja apa yang Anda inginkan, tetapi saya menyebutnya Penyesuaian Mid-Cycle sampai tidak.

Dengan tekanan tersebut, Euro dalam perdagangan EURUSD berhasil memanfaatkan situasi dengan menguat terhadap dolar AS. Begitu juga dengan Pound sterling yang menguat terhadap dolar AS, terlebih setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memenangkan persetujuan parlemen untuk mengadakan pemilihan umum lebih dini pada 12 Desember nanti. Johnson, yang telah gagal memenuhi sumpahnya “Do or Die” bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober, mengamankan perjanjian pemilihan umum pada pertengahan Desember hanya beberapa jam setelah Uni Eropa memberikan penundaan ketiga kepada Brexit. Pun demikian, penguatan GBPUSD ini masih terbatas.

EURUSD sendiri menutup perdagangan di 1.1150 atau lebih tinggi 0,34% dari penutupan sesi Selasa. Mata uang tunggak Eropa ini berpotensi melanjutkan kenaikannya dengan target kenaikan sekitar 1.1200. Dukungan yang cukup solid berasal dari level support pada 1.1148. Sementara pada perdagangan GBPUSD, berakhir di 1.2899 atau lebih tinggi 0,23%. GBPUSD dapat bergerak naik lebih jauh jika mampu menembus level resisten di 1.2916. Dukungan ekstrim yang perlu diwaspadai di level 1.2860.

Aussie dalam perdagangan AUDUSD juga berakhir naik sebesar 0,57% ke posisi penutupan di 0.6901. Mata uang ini masih menjaga tren bullishnya dan memiliki potensi menembus level resistance 0.6909 dengan target ke 0.6940. Level support AUDUSD terdekat saat ini berada di 0.6881.

Sebagai mata uang safe haven juga, Yen juga naik. Pada perdagangan USDJPY, berakhir di 108.83 atau turun 0,03%. Memang USDJPY tidak menunjukkan perubahan berarti, tetap di zona konsolidasi. Sementara mengacu pada pergerakan intradaynya masih memperlihatkan dominasi para pembeli dengan level support di 108.60. Potensi perdagangan masih akan bolak-balik dalam kisaran 108.40 – 109.20. (Lukman Hqeem)