KOSPI - LG Chem

Esandar Arthamas Berjangka merupakan pialang resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

ESANDAR, Jakarta – Bursa saham Seoul berakhir naik pada perdagangan hari Rabu (16/01). Rencana Beijing untuk melakukan sejumlah kebijakan dalam usaha menstimulus perekonomian mereka mendorong Indek KOSPI naik.


Setelah serangkaian data ekonomi terkini, Beijing memutuskan untuk melakukan pemangkasan pajak dan memberikan akses keuangan yang lebih baik bagi para UKM dalam usaha menjaga pertumbuhan ekonomi mereka. Rencana tersebut, dianggap investor cukup meyakinkan dalam menggerakkan perekonomian global. Selera memburu kembali aset beresiko muncul kembali.

Disisi lain, penguatan Won atas Dolar AS juga ikut memberikan kontribusi dalam meningkatkan minat beli investor. Mata uang lokal ditutup pada 1.120,1 won terhadap dolar AS, naik 0,6 won dari penutupan sesi sebelumnya.


Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 8,92 poin, atau 0,43 %, ke 2.106,10. Ini merupakan posisi tertinggi sejak 4 Desember. Sementara volume perdagangan naik secara moderat pada 492,71 juta saham senilai 5,27 triliun won (US $ 4,71 miliar).
Pada awal perdagangan, indek KOSPI dibuka hampir datar.

Pergerakan selanjutnya berlangsung lebih fluktuatif antara gerakan naik dan turun, keluar masuk dari wilayah positif dan negatif sebelum bergerak ke atas dalam laju yang solid oleh aksi beli yang dilakukan oleh investor asing senilai 99,3 miliar won.
Namun, investor institusi dan ritel banyak yang melepas saham. Masing-masing senilai 89 miliar won dan 18,5 miliar won. Ini dilakukan untuk mengunci keuntungan yang telah didapat dari sesi sebelumnya (Profit Taking).


“Optimisme pada stimulus China serta sikap dovish baru-baru ini oleh Federal Reserve AS tampaknya telah membantu meredakan kekhawatiran investor atas penurunan ekonomi global,” kata Ha In-hwan, seorang ahli di SK Securities.


“Ketidakpastian yang melekat atas gesekan perdagangan dan penutupan pemerintah AS, bagaimanapun, dapat menyebabkan volatilitas untuk sementara waktu,” tambahnya.


Saham-saham yang mengalami kenaikan adalah sektor teknologi dan bahan kimia. Samsung Electronics melonjak 0,85 % dan ditutup pada 41.450 won. Saham produsen pembuat chip SK hynix naik 1,25 % ke 64.800 won.

Saham LG Chem melonjak 2,81 % ke 366.000 won, dan saham produsen baja No. 1 POSCO melonjak 2,73 % menjadi 263.500 won. Saham produsen mobil juga terangkat naik, dimana saham Hyundai Motor naik 0,78 % ke 128.500 won dan Kia Motors naik 0,87 % ke 34.850 won.

Sayangnya, saham bio farmasi harus kehilangan posisi. Samsung BioLogics turun 1,24 % ke 399.000 won, dan raksasa farmasi Celltrion jatuh 2,65 % ke 202.000 won.


Harga obligasi, yang imbal hasilnya bergerak terbalik, harus berakhir lebih rendah. Imbal hasil pada obligasi Treasury tiga-tahun naik 0,6 basis poin menjadi 1,803 % , dan pengembalian obligasi pemerintah untum masa tenor lima-tahun naik 1,1 basis poin menjadi 1,871 %. (Lukman Hqeem)