Harga emas naik secara moderat, setelah Dolar AS tertahan dan bergerak datar. (Lukman Hqeem/Foto Istimewa).

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Dalam perdagangan hari Rabu (10/07/2019) harga emas berakhir naik tajam di bursa komoditi AS. Catatan harga bahkan mencapai posisi tertinggi dalam sepekan. Dorongan kenaikan didapatkan dari melemahnya dolar AS. Paskpa paparan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell didepan Kongres, pasar menilai sangat dovish.

Sebagaimana dikatakan Jerome Powell, bahwa kondisi ekonomi AS saat ini menderita ketidakpastian atas kebijakan perdagangan AS. Perekonomian juga terpapar perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Oleh karenanya, Powell berjanji bahwa bank sentral AS akan bertindak sesuai kebutuhan untuk mendukung perekonomian AS membaik lagi. Ditegaskan oleh Powell bahwa The Fed akan memonitor perkembangan dengan seksama “dan akan bertindak sesuai untuk mempertahankan ekspansi. Janji Powell ini mengulangi janji yang dibuat pada bulan Juni.

Pasar menilai apa yang diucapkan Jay kali ini adalah tidak berusaha untuk meredam ekspektasi pasar akan penurunan suku bunga. Meski faktanya dia secara aktif berusaha mematahkan harapan-harapan ini. Kesaksian Powell tentu saja membuat harga emas menjadi sangat bullish.

Sementara itu, risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada bulan Juni, dirilis tidak lama setelah harga di bursa Comex ditutup. Dalam risalah tersebut diungkapkan bahwa hanya sedikit pejabat Fed yang menentang pemotongan suku bunga bulan lalu. Dalam perdagangan elektronik setelah rilis risalah tersebut harga emas untuk bulan Agustus naik tipis menjadi $ 1.416,90.

Menghindari kepanikan pasar, Powell mengisyaratkan bahwa kemungkinan penurunan bunga sementara sebelum melakukan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut. Hari ini, Powell akan mengadakan paparan kembali di depan Kongres.

Harga emas melonjak naik $ 12, atau 0,9%, di $ 1,412.50 per ons, harga tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak 3 Juli. Dimana indeks Dolar AS turun 0,4% ke 97,08. Dolar yang lebih lemah dapat menjadi pendukung untuk komoditas dengan harga di greenback, membuatnya lebih murah untuk pengguna mata uang lainnya.

Pedagang dana berjangka Fed pada hari Rabu menaikkan taruhan pada penurunan setengah poin suku bunga oleh The Fed pada akhir bulan, menurut alat FedWatch CME Group. Para pialang melihat sekitar 16,3% perubahan The Fed akan terjadi untuk memangkas suku bunga kebijakan resmi sebesar 50 basis poin pada 31 Juli. (Lukman Hqeem)