Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Membaiknya kondisi ekonomi memberikan tingkat sentiment ekonomi Jerman menguat, tertinggi dalam satu semester terakhir ini. Sebelumnya, diperkirakan bahwa perekonomian Jerman akan tenggelam ke wilayah resesi mengacu pada pertumbuhan ekonomi di kwartal terakhir dan lesunya sektor manufaktur.

Dalam laporan terkini, ZEW menyatakan bahwa Indek Sentimen Ekonomi Jerman mengalami kenaikan, tumbuh dari minus 22,8 bulan sebelumnya menjadi hanya minus 2,1  pada bulan November. Lompatan lebih dari 20 poin ini tentu merupakan hasil yang sangat mengejutkan. Pasalnya para ekonom hanya memperkirakan terjadi lompatan setidaknya 13 poin saja. Dengan hasil yang demikian ini, kondisi Jerman dan zona euro diperkirakan membaik.

 “Ada harapan yang berkembang bahwa lingkungan kebijakan ekonomi internasional akan membaik dalam waktu dekat, yang menjelaskan kenaikan tajam dalam Indikator ZEW untuk Sentimen Ekonomi pada bulan November. Sementara itu, peluang untuk kesepakatan antara Inggris Raya dan Uni Eropa dan dengan demikian untuk penarikan Inggris secara teratur telah meningkat. Tarif menghukum impor mobil dari UE ke Amerika Serikat juga lebih kecil kemungkinannya daripada proyeksi beberapa minggu yang lalu. Kesepakatan dalam konflik perdagangan antara AS dan Cina juga tampak lebih mungkin, ”komentar Presiden ZEW, Profesor Achim Wambach.

Sentimen para pakar pasar keuangan mengenai perkembangan ekonomi zona euro juga telah meningkat pesat, membawa indikator ke level saat ini minus 1,0 poin untuk November, 22,5 poin lebih tinggi dari pada bulan sebelumnya. Indikator untuk situasi ekonomi saat ini di zona euro naik secara signifikan sebesar 6,8 poin, dengan nilai baru meningkat menjadi pembacaan saat ini minus 19,6 poin.

Ekspektasi perkembangan inflasi dan suku bunga jangka pendek di Zona Euro juga meningkat secara signifikan. Indikator inflasi saat ini berdiri di 12,2 poin, 11,2 poin lebih tinggi dari pada bulan sebelumnya. Indikator mengenai ekspektasi suku bunga jangka pendek naik 13,4 poin ke level minus 11,7 poin, meskipun mayoritas peserta (84,1 persen) memperkirakan suku bunga tetap tidak berubah selama enam bulan ke depan.

AS – China terus mendekati kesepakatan dengan perjanjian perdagangan parsial. Juga pemerintahan Trump mungkin akan menyodorkan keputusan apakah akan mengenakan tarif pada mobil Eropa. Ditambah lagi prospek masih terlihat suram dan negosiator Inggris dan Uni Eropa masih belum menemukan cara untuk menghindari Brexit No Deal.

Penasihat ekonomi Kanselir Angela Merkel menurunkan perkiraan pertumbuhan mereka untuk tahun ini dan selanjutnya, memperingatkan bahwa kemerosotan industri yang berkepanjangan mengancam untuk menggerogoti ekonomi yang lebih luas. Sementara Bank Sentral Eropa melonggarkan kebijakan moneter pada bulan September untuk mendukung zona euro, tetapi pada saat yang sama mendesak pemerintah negara-negara kaya untuk meningkatkan pengeluaran fiskal guna menghidupkan kembali pertumbuhan. Presiden Christine Lagarde menggemakan sentimen itu sejak menjabat.  (Lukman Hqeem)