Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta –  Jumlah persetujuan kredit rumah di Australia mengalami penurunan sebesar 2,5% yang disesuaikan secara musiman di bulan Maret dari Februari, demikian paparan Biro Statistik Australia pada hari Senin (13/05/2019). Hasil ini  lebih baik daripada perkiraan ekonom yang memperkirakan penurunan bisa sebesar 0,5% untuk bulan ini.

Sementara nilai pinjaman untuk perumahan investasi turun 2,7% di bulan Maret dari Februari, kata ABS. Persetujuan keuangan untuk membangun rumah baru naik 0,1% di bulan Maret. Persetujuan untuk membeli tempat tinggal yang baru dibangun turun 4,7%, sementara pinjaman untuk pembelian rumah-rumah mapan turun 3,3% pada bulan tersebut.

Harga rumah telah jatuh selama beberapa bulan, dengan Sydney dan Melbourne memimpin penurunan yang secara luas diperkirakan akan berlanjut hingga 2020. Penurunan harga rumah sejauh ini adalah yang terbesar sejak krisis keuangan satu dekade yang lalu, dan telah mengurangi belanja konsumen dan pertumbuhan ekonomi.

Perlambatan ekonomi telah membawa Reserve Bank of Australia ke puncak pemotongan suku bunga, dengan sedikit pun tanda-tanda pelemahan dalam perekrutan yang cenderung membawa bank sentral keluar dari pasar untuk pertama kalinya sejak Agustus 2016.

Pasar sendiri telah memperhitungkan kemungkinan penurunan 30% pada bulan Juni. Kemerosotan dalam perumahan juga mencerminkan pengetatan pinjaman hipotek oleh bank, sementara penyelidikan pedas terhadap kesalahan bank juga telah mendorong kehati-hatian. (Lukman Hqeem)