Harga emas hanya turun tipis, risalah FOMC dianggap tidak banyak berpengaruh. (Lukman Hqeem/ foto Istimewa)

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Harga emas dipasar berjangka kembali naik diatas $ 1.400 per troy ons dalam perdagangan di hari Selasa (09/07/2019). Para investor menunggu laporan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell kepada Kongres  pada Rabu – Kamis ini. Hal ini dapat menawarkan petunjuk tentang prospek penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Sebelumnya, Powell menyampaikan komentar tentang stress test baru-baru ini untuk bank-bank di sebuah konferensi di Boston Selasa tanpa mengomentari kebijakan moneter, tetapi acara utama minggu ini diharapkan menjadi kesaksian dua hari tentang prospek ekonomi sebelum Kongres mulai Rabu. Pada hari yang sama The Fed juga akan merilis risalah dari pertemuan Juni bank sentral.

Gambaran yang disampaikan Powell tentang pemangkasan suku bunga akan menetapkan tren dalam emas, perak dan Indeks dolar AS untuk sisa bulan ini. Jika Powell mengadopsi “jalan tengah” dan membiarkan pemotongan suku bunga bergantung pada data ekonomi, maka emas akan dijual awalnya kemudian naik.

Harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Agustus di Comex naik 50 sen, atau 0,04%, berakhir di $ 1,400.50 per ounce setelah diperdagangkan serendah $ 1,387.50.

Para pialang emas ragu-ragu tentang menjaga harga secara berkelanjutan di atas $ 1.400, bahkan karena emas batangan bergerak tertajam sejak 2016. Kini, aset safe haven diharapkan memiliki daya tarik lebih sedikit jika Federal Reserve mundur dari sikap pelonggarannya.

Investor akhir pekan lalu mengurangi ekspektasi untuk ruang lingkup pemotongan suku bunga oleh Fed setelah data pekerjaan bulanan lebih kuat dari yang diperkirakan, tetapi terus melihat penurunan suku bunga seperempat poin pada akhir bulan ini sebagai kepastian virtual. (Lukman Hqeem)