Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Euro melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (06/11/2019) oleh data ekonomi zona Euro yang lemah. Hal ini membebani mata uang tunggal blok tersebut dan membuat Dolar AS makin berjaya.

Data ekonomi terkini menunjukkan sektor jasa di Jerman hampir tidak tumbuh pada Oktober, sementara aktivitas bisnis zona Euro berkembang sedikit lebih cepat dari yang diperkirakan bulan lalu namun masih di dekat area stagnasi.

Sementara itu Poundsterling terpukul juga oleh dolar AS karena para investor melihat potensi risiko didepan dari agenda pemilihan umum pada bulan Desember. Para pelaku pasar mengukur kemampuan Inggris untuk menyelesaikan rencana keluar dari Uni Eropa, BREXIT  sebelum 31 Januari yang merupakan batas waktu terbaru.

Para pialang menunggu untuk melihat apa yang Bank of England (BoE) mungkin katakan mengenai dampak Brexit terhadap ekonomi Inggris, setelah rapat kebijakannya pada hari ini. Ketidakpastian tentang kepergian Inggris dari Uni Eropa menjadi jejak kuat pada indeks kepercayaan bisnis dan data ekonomi yang lemah sehingga membuat potensi langkah BoE selanjutnya adalah pemangkasan suku bunga acuan, bukan kenaikan seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Dolar AS mendapat tekanan dari yen Jepang, karena data produktivitas AS yang mengecewakan dan para investor pun berubah sedikit berhati-hati tentang pembicaraan perdagangan AS-China. Traders dan investor berharap kesepakatan awal akan menahan setidaknya beberapa tarif (bea) hukuman yang telah dijatuhkan Washington dan Beijing pada masing-masing produk mereka. Namun sejauh ini tetap tidak diketahui pasti kapan atau di mana Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping untuk menandatangani kesepakatan dagang.

Dalam perdagangan EURUSD berakhir di 1.1066 atau lebih rendah -0,07%. EURUSD tampak masih di bawah tekanan setelah setelah gagal melakukan kenaikannya kembali. Di sisi lain, sentiment bearish belum mampu menembus level support 1.1063. Kedepannya, perdagangan EURUSD diyakini masih akan berlangsung dalam kisaran sempit. EURUSD sebaliknya bisa berbalik menguat ke level resistance 1.1092 karena dan berpeluang melanjutkan rebound hingga ke 1.1120. Poundsterling berakhir di 1.2856 atau lebih rendah -0,21%. GBPUSD juga masih berada di bawah tekanan jual namun sentiment bearish juga belum cukup kuat menembus level supportnya di 1.2845. GBPUSD justru berpeluang naik kembali ke 1.2877-  1.2920.

Aussie menutup perdagangan di 0.6882 atau turun 0,13%, meskipun sempat jatuh ke 0.6867 namun area 0.6874 menjadi penghambat gerakan selanjutnya. Pasangan AUDUSD juga tertekan  dimana secara umum pasangan ini sedang melakukan konsolidasi. Pasar sebaiknya memperhatikan upaya AUDUSD menembus level resistance 0.6895. Ini akan menjadi pintu gerbang kearah bullish selanjutnya. Sementara itu Dolar AS dalam perdagangan USDJPY berakhir turun di 108.95 atau 0,16%. Tren naik USDJPY tertahan sejauh ini di 108.80. Jika tekanan turun berlanjut, USDJPY bisa terkoreksi ke 108.60 – 40. (Lukman Hqeem)