Dolar AS melemah terkait indikator ekonomi yang lebih dingin pada minggu lalu.

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Dolar AS menguat terhadap semua mata uang utama menyusul laporan nonfarm payrolls (NFP) pada hari Jumat. Sebanyak 224 ribu pekerjaan diciptakan pada bulan Juni, secara signifikan lebih baik dari perkiraan sebanyak 160 ribu. Penguatan ini memang mengejutkan karena sentiment lain dari laporan pasar tenaga kerja AS terlihat kurang memuaskan.

Angka 75 ribu pada bulan lalu yang lemah ternyata direvisi lebih rendah, tingkat pengangguran meningkat, dan pertumbuhan upah tetap stabil di 0,2% bukannya naik menjadi 0,3% seperti yang diantisipasi para ekonom.

Rally Dolar AS pada hari itu menjadi tanda bahwa kekhawatiran pasar mereda dan investor menjadikan angka NFP sebagai alasan untuk memulai kembali posisi beli mereka. Meskipun Federal Reserve bergeser ke bias dovish, dolar AS mampu menguat karena satu alasan sederhana: prospek ekonomi AS lebih cerah daripada rekan-rekannya.

Pasar melihat tidak ada ancaman bagi ekonomi AS dan meski ada hujan kritik dan kebijakan perdagangan kontroversial Presiden Trump, investasi di negara lain tetap terlihat kurang menarik daripada di AS.

Dolar AS berpeluang memperpanjang kenaikannya pada minggu ini meski tidak bisa dipastikan bagaimana pertumbuhan kuat lapangan kerja bulan silam yang disertai dengan tidak adanya peningkatan pertumbuhan upah dapat menjadi faktor pengubah permainan The Fed. Ttidak dapat dipungkiri angka NFP dapat mengurangi potensi penurunan suku bunga segera, tetapi itu tidak berarti menghilangkan potensi fed rate cut.

Hampir setengah dari anggota FOMC merasa bahwa pelonggaran diperlukan tahun ini dan mereka tidak akan terombang-ambing oleh laporan pekerjaan tersebut dan publikasi notulen rapat terakhir FOMC pada minggu ini bakal menjadi sorotan pasar.

Selanjutnya, pasar akan meneliti apakah para pembuat kebijakan bank sentral AS sebagian besar masih berpandangan dovish karena ekonomi dan pasar keuangan global masih dibayangi kekhawatiran terhadap perdagangan AS-China. Selain itu inflasi pun kemungkinan akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk diperbaiki dan para investor akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang besarnya masalah dengan pelepasan harga konsumen dan produsen minggu ini. Jika tekanan harga mereda, ekspektasi untuk penurunan suku bunga akan meningkat.

Paparan Gubernur Bank Sentral AS didepan Kongres pada hari Rabu dan Kamis juga menjadi agenda penting di pekan ini selain sejumlah agenda dari beberapa negara lain seperti risalah rapat Bank Sentral Eropa (ECB) laporan PDB Inggris dan keputusan suku bunga Bank of Canada (BoC).

Dalam perdagangan EURUSD,  menutup sesi perdagangan di 1.1227 atau lebih rendah -0,51% dari penutupan sesi Kamis. Untuk basis mingguan, pair ini berakhir -1,28% lebih rendah dari penutupan pekan sebelumnya. Sementara Poundsterling berakhir di 1.2526, lebih rendah -0,42%. Untuk basis mingguan, pasangan GBPUSD berakhir -1,36% lebih rendah dari penutupan pekan sebelumnya.

Aussie sendiri menutup perdagangan di 0.6979 atau turun 0,60% dari. Untuk basis mingguan, turun 0,57% lebih rendah dari penutupan pekan sebelumnya. Sementara dalam perdagangan USDJPY mengakhiri sesi perdagangan di 108.47 atau lebih tinggi 0,62% . (Lukman Hqeem)