Saham Asia

Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR, Jakarta – Bursa saham Asia sekali lagi naik pada perdagangan di hari Selasa (09/04) setelah Presiden AS Donald Trump mengancam untuk mengenakan tarif pada barang-barang Eropa tertentu sebagai tanggapan atas subsidi yang diklaim Uni Eropa untuk Airbus. Disisi lain, Ketidakpastian Brexit dan skeptisisme bahwa kesepakatan apa pun dapat secara permanen menyelesaikan ketegangan perdagangan AS-Cina juga membuat investor gelisah menuju musim pendapatan laporan emiten AS.

Harga saham-saham China banyak yang jatuh karena aksi ambil dimana investor menunggu kejelasan lebih dalam negosiasi perdagangan dengan Washington. Akibatnya Indek Shanghai turun 5,15 poin atau 0,2 % menjadi 3.239,66, meskipun Indeks Hang Seng mampu naik 80,34 poin atau 0,3 persen menjadi 30.157,49.

Disisi lain, bursa saham Jepang mengakhiri perdagangan yang berombak dengan kenaikan tinggi karena investor bersiap untuk menyambut pengumuman pendapatan emiten. Indek Nikkei 225 naik 40,94 poin atau 0,19 % menjadi 21.802,59.

Saham Sony melonjak 9,3 % setelah laporan bahwa dana lindung nilai Daniel Loeb Third Point LLC akan mengembangkan penyertaan di perusahaan untuk mendorong perubahan. Yaskawa Electric naik 1,8 % menjelang pengumuman pendapatannya yang akan diumumkan pada hari Kamis. Tokyo Electron, TDK Corp dan Advantest menguat 1-4 %.

Bursa saham Seoul berakhir sedikit lebih tinggi karena investor asing membeli saham di tengah harapan untuk kemajuan dalam negosiasi perdagangan AS-China dan kemungkinan kompromi pada Brexit. Indek Kospi naik 2,96 poin atau 0,1 % menjadi 2.213,56, dipimpin oleh perusahaan kesehatan seperti Celltrion dan Samsung BioLogics. (Lukman Hqeem)