Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Bursa saham Asia jatuh diawal perdagangan pada Rabu (13/11/2019) setelah Presiden Donald Trump tidak menawarkan rincian baru tentang kemajuan menuju kesepakatan perdagangan antara AS dan China.

Dalam pidatonya di New York pada hari Selasa waktu setempat, Trump mengulangi klaimnya bahwa kesepakatan “dapat segera terjadi,” tetapi tidak menambahkan secara spesifik. Tarif tampaknya menjadi titik yang sulit, dan Trump lagi mengancam bahwa “jika kita tidak membuat kesepakatan, kita akan secara substansial menaikkan tarif.” Trump juga mengamuk terhadap The Fed karena tidak memotong suku bunga secepat yang dia inginkan, dan menggembar-gemborkan data ekonomi AS.

Indek Nikkei Jepang, turun 0,8% dan Indek Hang Seng Hong Kong turun 1,7%. Indek Kospi Korea Selatan, turun 0,9%. Sejumlah saham menarik perhatian pelaku pasar diantaranya, Nissan yang jatuh di perdagangan Tokyo setelah melaporkan penurunan sebesar 70% dalam pendapatan operasional dari tahun sebelumnya, dan menurunkan prospek pendapatan dan laba. Fast Retailing dan Inpex juga menurun. Di Hong Kong, saham real estat seperti New World Development, Wharf Real Estate dan Sino Land Co dipalu ketika protes kekerasan berlanjut. LG Electronics turun kembali di Korea Selatan. (Lukman Hqeem)