Lebih dari satu dekade menjadi jurnalis ekonomi dan gaya hidup, khususnya pasar modal, komoditi dan mata uang. Menyukai travelling disaat liburan atau mengatur koleksi filateli.

ESANDAR – Bursa saham AS melanjutkan relinya dalam perdagangan di hari Jumat (08/11/2019) meskipun imbal hasil Obligasi AS terus meningkat. Hal ini membuat investor bertindak lebih intuitif. Jika tidak ada sentiment pasar yang dominan, sebagaimana perkembangan kesepakatan perdagangan AS-Cina. Sentiment tersebut hanya menjadi isu pinggiran saja hingga kemudian akan muncul arah jelas kesepakatan tersebut dan menjadi perubah arah pasar global.

Indek S&P 500 dan Nasdaq naik 0,27%. Dow Jones naik 0,66% dan berada dalam 100 poin dari tertinggi sepanjang masa juga.

Sentimen fundamental yang terlibat diantaranya angka pesanan mesin Jepang yang mengecewakan, turun 2,90% MoM, hingga membuat perdagangan di bursa Tokyo terseok. Indek Nikkei 225, berakhir datar pada hari itu. Indek Kospi mengalami penurunan 0,70% sementara Indek Shanghai turun 1,10%.

Indek Hang Seng Hong Kong, yang telah runtuh sebesar 1,75%, adalah penyebab di balik aksi jual Asia diakhir pekan. Jatuhnya indek sebagai refleksi dari meningkatnya kekhawatiran intervensi China ke Hong Kong. Sejumlah ketakutan kini menggantung di pasar regional, meskipun efeknya mungkin terbatas saja, namun sekali lagi selama pembicaraan perdagangan belum ada arah pasti, maka pasar akan terus terombang-ambing. (Lukman Hqeem)